AnimeBatchku adalah tempat mendownload anime batch subtitle indonesia dengan Kualitas video HD BD .mkv 1080p 720p 480p. Website ini cocok bagi Para Kolektor!
Minggu, 31 Januari 2021
Polisi Rusia Tangkap 5.000 Demonstran Pendukung Tokoh Oposisi Alexei Navalny
Sumber: IFTTT
Akun Twitter Diretas, Haris Pertama: Pelaku Profesional Dan Bukan Sembarangan

DEMOKRASI.CO.ID - Akun Twitter Ketua Umum DPP KNPI, Haris Pertama, yaitu @harisknpi diretas oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Saat ini kata Haris, dirinya bersama tim IT dari DPP KNPI sedang melacak siapa yang melakukan peretasan terhadap media sosial miliknya tersebut.
Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) saat ini sudah membuat akun twitter terbarunya yaitu @knpiharis.
“Akun milik saya @harisknpi telah diretas oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan tidak bisa diakses lagi. Sekarang saya memiliki akun yang baru yaitu @knpiharis,” ujar Haris, Minggu (31/1).
Oleh karena itu, dia akan melaporkan peretasan media sosial miliknya kepada pihak Twitter.
Haris berharap agar akun tersebut tidak disalah gunakan oleh oknum tertentu untuk mengunggah hal-hal aneh.
“Saya menduga, orang yang meretas akun Twitter saya, orang yang profesional dan bukan sembarangan. Namun saya tidak akan menuduh pihak mana pun,” tegasnya.
Sekadar diketahui, Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) kembali menyampaikan pelaporan terhadap pegiat media sosial Permadi Arya atau Abu Janda ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.
Sebelumnya, Abu Janda dilaporkan terkait cuitannya tentang mantan Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai.
Kali ini pelaporan terkait dengan cuitan Abu Janda di Twitter yang menilai Islam arogan. Cuitan Abu Janda ini berawal dari "twit war" dengan mantan Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain.
Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama bersama Sekretaris Jenderal KNPI Jackson AW Kumaat serta pengurus DPP KNPI seperti Ketua Bidang hukum Medy Lubis melaporkan Abu Janda ke Bareskrim Polri. (RMOL)
Sumber:https://ift.tt/2MJW48t
Pasien Covid-19 Di RSUDAM Boleh Pulang Asal Bayar Rp 7 Juta

DEMOKRASI.CO.ID - Ayu Husnul Khotimah (18), gadis asal Pekon Mulyorejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, harus menjalani isolasi selama 14 hari di ruang isolasi No 8, setelah dinyatakan dokter RSUD Abdul Moeloek (RSUDAM) Bandarlampung positif terkonfirmasi Covid-19.
Berdasarkan kronologi, Ayu diduga terpapar Covid-19 saat menjaga dan mengurus almarhumah ibunya, Siti Rubiah (48) yang dirawat di RSUDAM selama 2 pekan, terhitung sejak 16 Januari dengan riwayat penyakit stroke ringan dan diabetes rujukan dari RSUD Pringsewu.
Ayu mengatakan selama dua minggu di dalam ruang perawatan, ibunya dipindahkan ke ruang isolasi pada 22 Januari karena dinyatakan positif Covid-19. Ia juga ikut menunggu di ruang isolasi karena ibunyĆ stroke.
Setelah itu, kata Ayu, pada 26 Januari, ia baru di swab test, dan hasilnya keluar sehari kemudian dinyatakan terkonfirmasi positif.
"Padahal dari awal sebelum ibu saya meninggal sampai sekarang di ruang isolasi ini saya gak ada keluhan sama sekali. Tapi pas saya tanya positif itu, saya tidak ditunjukkan surat penjelasan apapun yang mendiagnosa saya kena Covid-19," kata Ayu dikutip Kantor Berita RMOLLampung, Minggu (31/1).
Mengenai ibunya, karena kondisinya melemah, Jumat (29/1) meninggal dunia karena penyakit jantung. Almarhumah dimakamkan pada 30 Januari di TPU Pekon Mulyorejo.
Sementara Hartadi, ayah Ayu mengatakan, sebelum jenazah istrinya diambil, ia menemui perawat yang yang bertugas di ruangan isolasi 8 rumah sakit tersebut.
"Pada saat itu, saya tanya ke perawat, anak saya si Ayu bisa saya bawa pulang apa enggak. Perawat itu bilang, Ayu harus diisolasi di RS. Kalau memang tetap mau dibawa pulang bisa, tapi harus nebus Rp 7 juta buat obat-obatnya," jelas Hartadi saat dihubungi via telepon.
Hal inilah yang akhirnya menimbulkan kejanggalan menurut Hartadi. Apakah dengan uang Rp 7 juta, lantas orang yang kena Covid-19 bisa langsung sembuh?
"Ya ini kan aneh. Kalau memang anak saya kena Covid-19 ya kan harusnya diisolasi, bukan malah rumah sakit minta tebusan uang Rp 7 juta. Lah saya ini mau dapat uang dari mana?" tanya dia.(RMOL)
Sumber:https://ift.tt/3r9Loz3
Presiden Jokowi Sudah Tak Butuh Buzzer, Ujang Komarudin: Negara Jangan Sampai Kalah Oleh Abu Janda

DEMOKRASI.CO.ID - Negara bisa dianggap kalah dengan Permadi Arya alias Abu Janda jika tidak diproses secara hukum atas apa yang telah dilakukannya yang membuat keresahan di masyarakat.
Begitu yang disampaikan oleh pengamat politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin menilai bahwa Presiden Joko Widodo sudah tidak membutuhkan buzzer seperti Abu Janda.
"Abu janda harusnya diproses secara hukum. Jangan biarkan melakukan perbuatan-perbuatan yang melecehkan kelompok tertentu," ujar Ujang kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (31/1).
Sehingga kata Ujang, negara tidak boleh membiarkan kelakuan negatif yang sering dilakukan oleh Abu Janda dan buzzer lainnya.
"Negara jangan sampai membiarkan kelakuan negatif tersebut. Dan negara jangan sampai kalah oleh Abu Janda. Jika Abu Janda tak diproses secara hukum sesuai dengan nilai kesalahannya, artinya negara bisa kalah olehnya," jelasnya.
Dengan demikian sambung Ujang, ia berharap agar Presiden Jokowi dapat memproses hukum Abu Janda agar rakyat tidak marah.
"Proses secara hukum, agar rakyat tak marah pada pemerintah," pungkasnya. (RMOL)
Sumber:https://ift.tt/2MjgHIQ
Natalius Pigai Akan Dilaporkan Ke Polisi, Refly Harun: Kritik Jangan Dianggap Hinaan

DEMOKRASI.CO.ID - Kritik seharusnya tidak dianggap sebagai sebuah penghinaan.
Begitu tegas yang disampaikan oleh ahli hukum tata negara, Refly Harun karena adanya pihak yang akan melaporkan mantan Komisioner Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Natalius Pigai ke Bareskrim Polri.
Menurut Refly, apa yang disampaikan oleh Pigai dalam video yang menjadi dasar pelaporan bukannya sebuah penghinaan, melainkan sebuah kritik.
"Tapi kalau omongan Pigai, kita tidak melihat itu sebagai sebuah direct attack kepada seseorang misalnya. Nah kalaupun misalnya dia mengkritik Presiden Jokowi, ya saya melihat dalam konteks mengkritik ya," ujar Refly dalam video yang diunggah akun YouTube Refly Harun seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (31/1).
Refly pun mengaku tidak suka dengan sikap saling adu mengadu terhadap sebuah kritikan. Apalagi, Refly menegaskan untuk tidak menganggap sebuah kritik sebagai hinaan.
"Tapi kritik, ya jangan dianggap hinaan ya," tegasnya.
Karena masih kata Refly, ketika seseorang menjadi public person, maka resikonya banyak orang yang mengeluarkan pendapat atau serangan langsung kepada seseorang tersebut.
"Jadi sepanjang misalnya ah Refly itu tidak tau banyak kok tentang hukum, wawasannya cetek ya kan, dia keliru dalam menafsirkan pasal-pasal, ah itu its oke ya. Tetapi jangan sampai mengungkapkan hal-hal yang tidak relevan dengan percakapan yang bisa dimaknai sebagai sebuah kritikan," pungkasnya. (RMOL)
Sumber:https://ift.tt/2MdCbXS
Makin Kencang Suara Desakan Proses Hukum untuk Abu Janda

DEMOKRASI.CO.ID - Permadi Arya atau Abu Janda dipolisikan terkait cuitannya di Twitter yang menyebut 'Islam Arogan'. Desakan agar proses hukum untuk Abu Janda berjalan semakin kencang.
Bareskrim Polri sendiri diketahui akan memanggil Abu Janda hari ini. Pemanggilan dilakukan terkait dugaan ujaran SARA dan penistaan agama karena menyebut 'Islam arogan'.
Berikut beberapa desakan proses hukum untuk Abu Janda,:
Muhammadiyah Proses Hukum Jadi Jawaban Pemerintah Tak Lindungi Abu Janda
PP Muhammadiyah menyebut banyak kalangan umat Islam yang gusar oleh pernyataan Abu Janda.
"Memang banyak pihak di kalangan umat Islam yang marah dengan berbagai pernyataan Abu Janda yang sering kali mendiskreditkan Islam dan muslim," kata Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti kepada wartawan, Sabtu (30/1/2021).
Abdul Mu'ti menilai wajar polisi memproses Abu Janda yang dilaporkan karena ujarannya. Proses yang dilakukan polisi, kata Abdul Mu'ti, merupakan jawaban bahwa tak seorang pun kebal di mata hukum.
"Kalau memang polisi memiliki alat bukti yang kuat, wajar apabila pernyataan Abu Janda diproses sesuai hukum yang berlaku. Langkah kepolisian memproses hukum Abu Janda menjadi jawaban bahwa polisi dan pemerintah tidak melindungi yang bersangkutan," ujarnya.
Banser Dukung Proses Hukum
Satuan Koordinasi Nasional (Satkornas) Banser menyebut pernyataan Abu Janda bersifat pribadi, bukan mewakili Banser.
"Saudara Permadi Arya tercatat pernah mengikuti pendidikan dan pelatihan Banser sebagaimana yang ditetapkan oleh peraturan organisasi. Di antara komitmen Banser adalah menjunjung tinggi nilai-nilai kebinekaan di Tanah Air yang hakikatnya menjadi modal besar bagi pemersatu bangsa. Sebab itu, Banser terus berusaha menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bersama-sama dengan TNI, Polri, aparatur negara dan berbagai pihak lainnya," kata Wakil Kepala Satkornas Banser Hasan Basri Sagala dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (30/1/2021).
Hasan menyebut anggota Banser memiliki karakter dan pedoman dalam berorganisasi. Jika ada pihak yang mengklaim dirinya Banser tapi tak memiliki prinsip Banser, pihak tersebut bukanlah anggota Banser.
Banser mendukung proses hukum atas dugaan rasial yang dilakukan Abu Janda. Banser mendorong pengusutan kasus ini dilakukan secara terbuka dan independen.
"Mendukung kepolisian untuk bisa bertindak seadil-adilnya dalam memproses kasus ini. Penyelesaian kasus dugaan ujaran kebencian ini harus dilakukan secara transparan dan independen atau tanpa tekanan dari pihak mana pun. Dengan cara demikian, keadilan akan tercapai dan hak-hak warga negara di mata hukum juga terjaga," imbuhnya.
Katib Syuriah PBNU Sebut Abu Janda Bukan Pengurus, Tak Representasikan NU
Katib Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Zulfa Mustofa menegaskan bahwa Abu Janda bukanlah bagian dari NU. Menurutnya, ucapan 'Islam Arogan' yang dilontarkan Abu Janda tak mencerminkan perkataan warga nahdliyin.
"Tapi kalau kemudian seseorang mengaku, mengklaim sebagai representasi NU dengan pernyataan-pernyataannya itu pertama di NU sebuah statement atas nama NU itu harus dikeluarkan pengurus. Itu baru statement dari NU," kata Katib Syuriah PBNU Zulfa Mustofa di Kantor BP2MI, Jl. MT Haryono, Minggu (31/1/2021).
"Makanya beberapa hari lalu saya bilang dia tidak merepresentasikan NU dalam arti sebagai pengurus NU," sambungnya.
Dia menegaskan sejak awal NU tak pernah melarang setiap orang menjadi bagian dari ormasnya. Namun, perlu diketahui bahwa NU selalu mengajarkan kebaikan dan menghindari perselisihan. Ia pun meragukan oknum yang memecah belah pihak sebagai bagian dari NU.
Sekjen Jokowi Centre Minta Fakta Hukum Dikedepankan
Jokowi Centre minta fakta hukum dikedepankan dalam kasus berlatar SARA. Pernyataan itu disampaikan terkait kasus dugaan rasis Ambroncius Nababan, Yusuf Leonard Henuk, hingga Abu Janda.
"Kita berharap penanganan laporan atas kasus tersebut di atas jangan sampai terbawa arus komunikasi viral netizen tetapi harus mengedepankan fakta hukum," kata Sekjen Jokowi Centre, Imanta Ginting dalam pernyataan kepada wartawan, Minggu (31/1/2021).
Menurut Imanta, kasus-kasus tersebut menjadi polemik berkepanjangan karena turut 'dimainkan' pihak-pihak tertentu. Namun, dia tidak menyebut pihak yang dimaksud itu.
"Perlu ada tindakan tegas dari kepolisian dan lembaga-lembaga terkait. Kalau dibiarkan akan menjadi preseden buruk bagi bangsa kita yang berdampak pada disharmonisasi masyarakat dan konflik horizontal," ujarnya.
Imanta mengatakan ada unggahan-unggahan bernada provokatif terkait kasus berlatar SARA itu. Pihaknya meminta pihak yang mengedit dan memviralkan status tersebut juga ditindak.(dtk)
Sumber:https://ift.tt/3j2H4in
Pengacara FPI soal Dugaan Pelanggaran Hukum dari Rekening: Itu Berlebihan

DEMOKRASI.CO.ID - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyebut ada dugaan pelanggaran hukum dari pemeriksaan 92 rekening Front Pembela Islam (FPI). Pengacara FPI Ichwan Tuankotta, menyebut PPATK berlebihan.
"Itu terlalu berlebihan PPATK, buka saja secara transparan. Buktikan saja mana yang dimaksud dengan perbuatan melawan hukumnya," ujar Ichwan kepada detikcom, Minggu (31/1/2021).
Menurutnya, PPATK melakukan tindakan yang serampangan dengan memblokir rekening-rekening FPI.
"Yang jelas PPATK telah serampangan memblokir rekening orang. Harusnya itu yang melakukan perbuatan korupsi yang harus diblokir rekeningnya," jelas Ichwan.
Hal senada juga disampaikan pengacara FPI lainnya, Aziz Yanuar. Menurutnya, rekening yang diblokir harusnya para koruptor, bukan FPI.
"Apakah rekening sekeliling tersangka korupsi semisal Julian (Eks Mensos Juliari Batubara) itu diblokir semua? keluarga dan kolega-koleganya? Itu jelas korupsi lho merugikan rakyat. Coba tolong ditanyakan. Rekening untuk bantuan kemanusiaan dan keumatan dicari-cari kesalahannya. Yang jelas korupsi gimana?" kata Aziz.
"Beginilah kalau negara diduga dikelola oleh ruwaibidhah. (Artinya) orang-orang bodoh yang mengurusi urusan umum," terangnya.
Sebelumnya, hasil koordinasi PPATK dengan polisi pun menyebutkan adanya dugaan pelanggaran hukum dari pemeriksaan rekening FPI.
"Hasil analisis dan hasil pemeriksaan atas rekening-rekening tersebut telah disampaikan kepada penyidik Polri untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangannya. Berdasarkan hasil koordinasi dengan penyidik Polri, diketahui adanya beberapa rekening yang akan ditindaklanjuti penyidik Polri dengan proses pemblokiran karena adanya dugaan perbuatan melawan hukum," kata Kepala PPATK Dian Ediana Rae, dalam keterangannya, Minggu (31/1/2021).
Dian mengatakan PPATK terus berkoordinasi dengan penyidik Polri. Koordinasi itu dilakukan untuk menindaklanjuti dugaan perbuatan melawan hukum yang dilakukan FPI tersebut.
"PPATK masih tetap dapat melakukan fungsi intelijen keuangan berdasarkan UU Nomor 8 Tahun 2010 dan UU No.9 Tahun 2013 terhadap rekening-rekening terkait apabila di kemudian hari menerima Laporan Transaksi Keuangan yang Mencurigakan (LTKM) dan/atau sumber informasi lainnya," kata dia.(dtk)
Sumber:https://ift.tt/3crqBmm
Natalius Pigai Akan Dilaporkan Ke Polisi, Refly Harun: Kritik Jangan Dianggap Hinaan

DEMOKRASI.CO.ID - Kritik seharusnya tidak dianggap sebagai sebuah penghinaan.
Begitu tegas yang disampaikan oleh ahli hukum tata negara, Refly Harun karena adanya pihak yang akan melaporkan mantan Komisioner Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Natalius Pigai ke Bareskrim Polri.
Menurut Refly, apa yang disampaikan oleh Pigai dalam video yang menjadi dasar pelaporan bukannya sebuah penghinaan, melainkan sebuah kritik.
"Tapi kalau omongan Pigai, kita tidak melihat itu sebagai sebuah direct attack kepada seseorang misalnya. Nah kalaupun misalnya dia mengkritik Presiden Jokowi, ya saya melihat dalam konteks mengkritik ya," ujar Refly dalam video yang diunggah akun YouTube Refly Harun seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (31/1).
Refly pun mengaku tidak suka dengan sikap saling adu mengadu terhadap sebuah kritikan. Apalagi, Refly menegaskan untuk tidak menganggap sebuah kritik sebagai hinaan.
"Tapi kritik, ya jangan dianggap hinaan ya," tegasnya.
Karena masih kata Refly, ketika seseorang menjadi public person, maka resikonya banyak orang yang mengeluarkan pendapat atau serangan langsung kepada seseorang tersebut.
"Jadi sepanjang misalnya ah Refly itu tidak tau banyak kok tentang hukum, wawasannya cetek ya kan, dia keliru dalam menafsirkan pasal-pasal, ah itu its oke ya. Tetapi jangan sampai mengungkapkan hal-hal yang tidak relevan dengan percakapan yang bisa dimaknai sebagai sebuah kritikan," pungkasnya. (RMOL)
source https://www.demokrasi.co.id/2021/02/natalius-pigai-akan-dilaporkan-ke.html
Makin Kencang Suara Desakan Proses Hukum untuk Abu Janda

DEMOKRASI.CO.ID - Permadi Arya atau Abu Janda dipolisikan terkait cuitannya di Twitter yang menyebut 'Islam Arogan'. Desakan agar proses hukum untuk Abu Janda berjalan semakin kencang.
Bareskrim Polri sendiri diketahui akan memanggil Abu Janda hari ini. Pemanggilan dilakukan terkait dugaan ujaran SARA dan penistaan agama karena menyebut 'Islam arogan'.
Berikut beberapa desakan proses hukum untuk Abu Janda,:
Muhammadiyah Proses Hukum Jadi Jawaban Pemerintah Tak Lindungi Abu Janda
PP Muhammadiyah menyebut banyak kalangan umat Islam yang gusar oleh pernyataan Abu Janda.
"Memang banyak pihak di kalangan umat Islam yang marah dengan berbagai pernyataan Abu Janda yang sering kali mendiskreditkan Islam dan muslim," kata Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti kepada wartawan, Sabtu (30/1/2021).
Abdul Mu'ti menilai wajar polisi memproses Abu Janda yang dilaporkan karena ujarannya. Proses yang dilakukan polisi, kata Abdul Mu'ti, merupakan jawaban bahwa tak seorang pun kebal di mata hukum.
"Kalau memang polisi memiliki alat bukti yang kuat, wajar apabila pernyataan Abu Janda diproses sesuai hukum yang berlaku. Langkah kepolisian memproses hukum Abu Janda menjadi jawaban bahwa polisi dan pemerintah tidak melindungi yang bersangkutan," ujarnya.
Banser Dukung Proses Hukum
Satuan Koordinasi Nasional (Satkornas) Banser menyebut pernyataan Abu Janda bersifat pribadi, bukan mewakili Banser.
"Saudara Permadi Arya tercatat pernah mengikuti pendidikan dan pelatihan Banser sebagaimana yang ditetapkan oleh peraturan organisasi. Di antara komitmen Banser adalah menjunjung tinggi nilai-nilai kebinekaan di Tanah Air yang hakikatnya menjadi modal besar bagi pemersatu bangsa. Sebab itu, Banser terus berusaha menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bersama-sama dengan TNI, Polri, aparatur negara dan berbagai pihak lainnya," kata Wakil Kepala Satkornas Banser Hasan Basri Sagala dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (30/1/2021).
Hasan menyebut anggota Banser memiliki karakter dan pedoman dalam berorganisasi. Jika ada pihak yang mengklaim dirinya Banser tapi tak memiliki prinsip Banser, pihak tersebut bukanlah anggota Banser.
Banser mendukung proses hukum atas dugaan rasial yang dilakukan Abu Janda. Banser mendorong pengusutan kasus ini dilakukan secara terbuka dan independen.
"Mendukung kepolisian untuk bisa bertindak seadil-adilnya dalam memproses kasus ini. Penyelesaian kasus dugaan ujaran kebencian ini harus dilakukan secara transparan dan independen atau tanpa tekanan dari pihak mana pun. Dengan cara demikian, keadilan akan tercapai dan hak-hak warga negara di mata hukum juga terjaga," imbuhnya.
Katib Syuriah PBNU Sebut Abu Janda Bukan Pengurus, Tak Representasikan NU
Katib Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Zulfa Mustofa menegaskan bahwa Abu Janda bukanlah bagian dari NU. Menurutnya, ucapan 'Islam Arogan' yang dilontarkan Abu Janda tak mencerminkan perkataan warga nahdliyin.
"Tapi kalau kemudian seseorang mengaku, mengklaim sebagai representasi NU dengan pernyataan-pernyataannya itu pertama di NU sebuah statement atas nama NU itu harus dikeluarkan pengurus. Itu baru statement dari NU," kata Katib Syuriah PBNU Zulfa Mustofa di Kantor BP2MI, Jl. MT Haryono, Minggu (31/1/2021).
"Makanya beberapa hari lalu saya bilang dia tidak merepresentasikan NU dalam arti sebagai pengurus NU," sambungnya.
Dia menegaskan sejak awal NU tak pernah melarang setiap orang menjadi bagian dari ormasnya. Namun, perlu diketahui bahwa NU selalu mengajarkan kebaikan dan menghindari perselisihan. Ia pun meragukan oknum yang memecah belah pihak sebagai bagian dari NU.
Sekjen Jokowi Centre Minta Fakta Hukum Dikedepankan
Jokowi Centre minta fakta hukum dikedepankan dalam kasus berlatar SARA. Pernyataan itu disampaikan terkait kasus dugaan rasis Ambroncius Nababan, Yusuf Leonard Henuk, hingga Abu Janda.
"Kita berharap penanganan laporan atas kasus tersebut di atas jangan sampai terbawa arus komunikasi viral netizen tetapi harus mengedepankan fakta hukum," kata Sekjen Jokowi Centre, Imanta Ginting dalam pernyataan kepada wartawan, Minggu (31/1/2021).
Menurut Imanta, kasus-kasus tersebut menjadi polemik berkepanjangan karena turut 'dimainkan' pihak-pihak tertentu. Namun, dia tidak menyebut pihak yang dimaksud itu.
"Perlu ada tindakan tegas dari kepolisian dan lembaga-lembaga terkait. Kalau dibiarkan akan menjadi preseden buruk bagi bangsa kita yang berdampak pada disharmonisasi masyarakat dan konflik horizontal," ujarnya.
Imanta mengatakan ada unggahan-unggahan bernada provokatif terkait kasus berlatar SARA itu. Pihaknya meminta pihak yang mengedit dan memviralkan status tersebut juga ditindak.(dtk)
source https://www.demokrasi.co.id/2021/02/makin-kencang-suara-desakan-proses.html
Pengacara FPI soal Dugaan Pelanggaran Hukum dari Rekening: Itu Berlebihan

DEMOKRASI.CO.ID - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyebut ada dugaan pelanggaran hukum dari pemeriksaan 92 rekening Front Pembela Islam (FPI). Pengacara FPI Ichwan Tuankotta, menyebut PPATK berlebihan.
"Itu terlalu berlebihan PPATK, buka saja secara transparan. Buktikan saja mana yang dimaksud dengan perbuatan melawan hukumnya," ujar Ichwan kepada detikcom, Minggu (31/1/2021).
Menurutnya, PPATK melakukan tindakan yang serampangan dengan memblokir rekening-rekening FPI.
"Yang jelas PPATK telah serampangan memblokir rekening orang. Harusnya itu yang melakukan perbuatan korupsi yang harus diblokir rekeningnya," jelas Ichwan.
Hal senada juga disampaikan pengacara FPI lainnya, Aziz Yanuar. Menurutnya, rekening yang diblokir harusnya para koruptor, bukan FPI.
"Apakah rekening sekeliling tersangka korupsi semisal Julian (Eks Mensos Juliari Batubara) itu diblokir semua? keluarga dan kolega-koleganya? Itu jelas korupsi lho merugikan rakyat. Coba tolong ditanyakan. Rekening untuk bantuan kemanusiaan dan keumatan dicari-cari kesalahannya. Yang jelas korupsi gimana?" kata Aziz.
"Beginilah kalau negara diduga dikelola oleh ruwaibidhah. (Artinya) orang-orang bodoh yang mengurusi urusan umum," terangnya.
Sebelumnya, hasil koordinasi PPATK dengan polisi pun menyebutkan adanya dugaan pelanggaran hukum dari pemeriksaan rekening FPI.
"Hasil analisis dan hasil pemeriksaan atas rekening-rekening tersebut telah disampaikan kepada penyidik Polri untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangannya. Berdasarkan hasil koordinasi dengan penyidik Polri, diketahui adanya beberapa rekening yang akan ditindaklanjuti penyidik Polri dengan proses pemblokiran karena adanya dugaan perbuatan melawan hukum," kata Kepala PPATK Dian Ediana Rae, dalam keterangannya, Minggu (31/1/2021).
Dian mengatakan PPATK terus berkoordinasi dengan penyidik Polri. Koordinasi itu dilakukan untuk menindaklanjuti dugaan perbuatan melawan hukum yang dilakukan FPI tersebut.
"PPATK masih tetap dapat melakukan fungsi intelijen keuangan berdasarkan UU Nomor 8 Tahun 2010 dan UU No.9 Tahun 2013 terhadap rekening-rekening terkait apabila di kemudian hari menerima Laporan Transaksi Keuangan yang Mencurigakan (LTKM) dan/atau sumber informasi lainnya," kata dia.(dtk)
source https://www.demokrasi.co.id/2021/02/pengacara-fpi-soal-dugaan-pelanggaran.html
Indonesia Akan Terima Vaksin Covid-19 dari AstraZeneca pada Kuartal I 2021
source https://www.inews.id/news/nasional/indonesia-akan-terima-vaksin-covid-19-dari-astrazeneca-pada-kuartal-i-2021
Polisi Rusia Tangkap 5.000 Demonstran Pendukung Tokoh Oposisi Alexei Navalny
source https://www.inews.id/news/internasional/polisi-rusia-tangkap-5000-demonstran-pendukung-tokoh-oposisi-alexei-navalny
Sempat Berhenti, Layanan Bus Alternatif bagi Penumpang KRL Kembali Dioperasikan
source https://www.inews.id/news/megapolitan/sempat-berhenti-layanan-bus-alternatif-bagi-penumpang-krl-kembali-dioperasikan
Situasi Myanmar Memanas, Militer Ingatkan Kedubes Asing Tak Bikin Asumsi Sembarangan
source https://www.inews.id/news/internasional/situasi-myanmar-memanas-militer-ingatkan-kedubes-asing-tak-bikin-asumsi-sembarangan
Sempat Berhenti, Layanan Bus Alternatif bagi Penumpang KRL Kembali Dioperasikan
Sumber: IFTTT
Situasi Myanmar Memanas, Militer Ingatkan Kedubes Asing Tak Bikin Asumsi Sembarangan
Sumber: IFTTT
Positif Covid-19, Ini Cerita Wakil Wali Kota Depok Antre Kamar di Rumah Sakit
Sumber: IFTTT
Positif Covid-19, Ini Cerita Wakil Wali Kota Depok Antre Kamar di Rumah Sakit
source https://www.inews.id/news/megapolitan/positif-covid-19-ini-cerita-wakil-wali-kota-depok-antre-kamar-di-rumah-sakit
Pakar Mitigasi Bencana Sebut 5 Pekerjaan Rumah Pemprov DKI Jakarta untuk Atasi Banjir
source https://www.inews.id/news/megapolitan/pakar-mitigasi-bencana-sebut-5-pekerjaan-rumah-pemprov-dki-jakarta-untuk-atasi-banjir
Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi Ditangkap
source https://www.inews.id/news/internasional/pemimpin-myanmar-aung-san-suu-kyi-ditangkap
Viral Video Jokowi Soal PPKM, Ini Penjelasan Biro Setpres
source https://www.inews.id/news/nasional/viral-video-jokowi-soal-ppkm-ini-penjelasan-biro-setpres
Kelompok Militan Serang Hotel di Somalia Gunakan Bom Mobil dan Tembaki Tamu
source https://www.inews.id/news/internasional/kelompok-militan-serang-hotel-di-somalia-gunakan-bom-mobil-dan-tembaki-tamu
Abu Janda Dipanggil Bareskrim soal Laporan SARA dan Penistaan Agama
source https://www.inews.id/news/nasional/abu-janda-dipanggil-bareskrim-soal-laporan-sara-dan-penistaan-agama
Sabtu, 30 Januari 2021
Lecehkan Ka'bah dengan Simbol LGBT, 4 Mahasiswa Ditangkap Polisi
Sumber: IFTTT
Demi Nikahi Perempuan, Pria Asal Depok Mengaku Berpangkat Kombes Polisi
Sumber: IFTTT
Harlah ke-95 NU, Muhammadiyah: Semoga Istikamah Merekat Ukhuwah
source https://www.inews.id/news/nasional/harlah-ke-95-nu-muhammadiyah-semoga-istikamah-merekat-ukhuwah
Idham Azis Pensiun dari Polri: Berkumpul Keluarga, Mancing dan Berkebun
source https://www.inews.id/news/nasional/idham-azis-pensiun-dari-polri-berkumpul-keluarga-mancing-dan-berkebun
Harlah ke-95 NU, Muhammadiyah: Semoga Istikamah Merekat Ukhuwah
Sumber: IFTTT
Idham Azis Pensiun dari Polri: Berkumpul Keluarga, Mancing dan Berkebun
Sumber: IFTTT
#MenujuSatuAbadNU, PKB Gelar Istighosah dan Tahlil Malam Ini
source https://www.inews.id/news/nasional/menujusatuabadnu-pkb-gelar-istighosah-dan-tahlil-malam-ini
Proyektil Roket dari Kelompok Syiah Houthi Jatuh di Dekat Rumah Sakit Saudi
source https://www.inews.id/news/internasional/proyektil-roket-dari-kelompok-syiah-houthi-jatuh-di-dekat-rumah-sakit-saudi
Mahfud MD Terkejut Lihat Masjid Istiqlal Direnovasi: Lebih Modern
source https://www.inews.id/news/nasional/mahfud-md-terkejut-lihat-masjid-istiqlal-direnovasi-lebih-modern
#MenujuSatuAbadNU, PKB Gelar Istighosah dan Tahlil Malam Ini
Sumber: IFTTT
Proyektil Roket dari Kelompok Syiah Houthi Jatuh di Dekat Rumah Sakit Saudi
Sumber: IFTTT
Mahfud MD Terkejut Lihat Masjid Istiqlal Direnovasi: Lebih Modern
Sumber: IFTTT
Ular Sanca 4 Meter Gegerkan Jagakarsa, Sembunyi di Saluran Air
source https://www.inews.id/news/megapolitan/ular-sanca-4-meter-gegerkan-jagakarsa-sembunyi-di-saluran-air
Pengakuan Politikus Demokrat soal Dampak Covid: Napas Pendek-Pendek, Gampang Lelah dan Pelupa
source https://www.inews.id/news/nasional/pengakuan-politikus-demokrat-soal-dampak-covid-napas-pendek-pendek-gampang-lelah-dan-pelupa
Wilayah DKI Jakarta Diguyur Hujan Disertai Petir Hari Ini
source https://www.inews.id/news/megapolitan/wilayah-dki-jakarta-diguyur-hujan-disertai-petir-hari-ini
Wabah Virus Nipah Berisiko Jadi Pandemi Besar Berikutnya, Tingkat Kematian 75 Persen
source https://www.inews.id/news/internasional/wabah-virus-nipah-berisiko-jadi-pandemi-besar-berikutnya-tingkat-kematian-75-persen
Ular Sanca 4 Meter Gegerkan Jagakarsa, Sembunyi di Saluran Air
Sumber: IFTTT
Pengakuan Politikus Demokrat soal Dampak Covid: Napas Pendek-Pendek, Gampang Lelah dan Pelupa
Sumber: IFTTT
Wilayah DKI Jakarta Diguyur Hujan Disertai Petir Hari Ini
Sumber: IFTTT
Wabah Virus Nipah Berisiko Jadi Pandemi Besar Berikutnya, Tingkat Kematian 75 Persen
Sumber: IFTTT
Harlah ke-95 NU, Jokowi: Saya Lihat Para Santri Tak Hanya Paham Ilmu Agama, tapi Juga Wirausaha
Sumber: IFTTT
Harlah ke-95 NU, Jokowi: Saya Lihat Para Santri Tak Hanya Paham Ilmu Agama, tapi Juga Wirausaha
source https://www.inews.id/news/nasional/harlah-ke-95-nu-jokowi-saya-lihat-para-santri-tak-hanya-paham-ilmu-agama-tapi-juga-wirausaha
Mahfud MD: Indonesia Bersyukur Punya NU, Ormas Islam yang Ramah
source https://www.inews.id/news/nasional/mahfud-md-indonesia-bersyukur-punya-nu-ormas-islam-yang-ramah
Jumat, 29 Januari 2021
Panglima TNI Kerahkan 9.176 Tenaga Kesehatan Jadi Vaksinator Covid
source https://www.inews.id/news/nasional/panglima-tni-kerahkan-9176-tenaga-kesehatan-jadi-vaksinator-covid
LIPI Ungkap Bukti Adanya Potensi Gempa dan Tsunami Dahsyat di Selatan Jawa
source https://www.inews.id/news/nasional/lipi-ungkap-bukti-adanya-potensi-gempa-dan-tsunami-dahsyat-di-selatan-jawa
11 Tentara AS Dilarikan ke RS akibat Keracunan, Penyebabnya Salah Minum Cairan Dikira Miras
source https://www.inews.id/news/internasional/11-tentara-as-dilarikan-ke-rs-akibat-keracunan-penyebabnya-salah-minum-cairan-dikira-miras
LIPI Minta Pemda Fokus Hadapi Potensi Gempa dan Tsunami di Selatan Jawa
source https://www.inews.id/news/nasional/lipi-minta-pemda-fokus-hadapi-potensi-gempa-dan-tsunami-di-selatan-jawa
LIPI Ungkap Bukti Adanya Potensi Gempa dan Tsunami Dahsyat di Selatan Jawa
Sumber: IFTTT
11 Tentara AS Dilarikan ke RS akibat Keracunan, Penyebabnya Salah Minum Cairan Dikira Miras
Sumber: IFTTT
LIPI Minta Pemda Fokus Hadapi Potensi Gempa dan Tsunami di Selatan Jawa
Sumber: IFTTT
Korupsi, Eks Dirut Manajemen Aset Dieksekusi Mati Jumat
source https://www.inews.id/news/internasional/korupsi-eks-dirut-manajemen-aset-dieksekusi-mati-jumat
Usut Bentrokan Dua Ormas di Apartemen Cengkareng, Polisi Akan Tindak Tegas Pelaku
source https://www.inews.id/news/megapolitan/usut-bentrokan-dua-ormas-di-apartemen-cengkareng-polisi-akan-tindak-tegas-pelaku
Mendagri Tito Khawatir Ada Efek Pingpong jika Vaksinasi Terlalu Lama
source https://www.inews.id/news/nasional/mendagri-tito-khawatir-ada-efek-pingpong-jika-vaksinasi-terlalu-lama
Korupsi, Eks Dirut Manajemen Aset Dieksekusi Mati Jumat
Sumber: IFTTT
Usut Bentrokan Dua Ormas di Apartemen Cengkareng, Polisi Akan Tindak Tegas Pelaku
Sumber: IFTTT
Mendagri Tito Khawatir Ada Efek Pingpong jika Vaksinasi Terlalu Lama
Sumber: IFTTT
Aktivitas Pesawat Militer China Belum Ganggu Misi Kapal Induk AS di Laut China Selatan
source https://www.inews.id/news/internasional/aktivitas-pesawat-militer-china-belum-ganggu-misi-kapal-induk-as-di-laut-china-selatan
Polri Janji Tindak Lanjuti Laporan Terhadap Abu Janda Soal Dugaan Rasisme ke Natalius Pigai
source https://www.inews.id/news/nasional/polri-janji-tindak-lanjuti-laporan-terhadap-abu-janda-soal-dugaan-rasisme-ke-natalius-pigai
Vaksinasi Covid-19, Mendagri Tito: Kekompakan Pusat-Daerah Jadi Kunci
source https://www.inews.id/news/nasional/vaksinasi-covid-19-mendagri-tito-kekompakan-pusat-daerah-jadi-kunci
Aktivitas Pesawat Militer China Belum Ganggu Misi Kapal Induk AS di Laut China Selatan
Sumber: IFTTT
Vaksinasi Covid-19, Mendagri Tito: Kekompakan Pusat-Daerah Jadi Kunci
Sumber: IFTTT
Myanmar di Ambang Kudeta Militer, Sekjen PBB Antonio Guterres Angkat Bicara
source https://www.inews.id/news/internasional/myanmar-di-ambang-kudeta-militer-sekjen-pbb-antonio-guterres-angkat-bicara
Waspada, Cuaca Ekstrem di DKI Jakarta hingga 2 Februari
source https://www.inews.id/news/megapolitan/waspada-cuaca-ekstrem-di-dki-jakarta-hingga-2-februari
11 Tentara AS Dirawat Setelah Menelan Zat Tak Dikenal, 2 di Antaranya Kritis
source https://www.inews.id/news/internasional/11-tentara-as-dirawat-setelah-menelan-zat-tak-dikenal-2-di-antaranya-kritis
Kamis, 28 Januari 2021
Kemenkes Targetkan 70 Persen Masyarakat Indonesia Terima Vaksin Covid-19
Sumber: IFTTT
Pria Bawa Pistol Ditangkap Dekat Gedung Capitol, Ngaku Prihatin dengan Hasil Pilpres AS
Sumber: IFTTT
Menkes Silaturahmi Lagi dengan PP Muhammadiyah, Matangkan Kerja Sama Kesehatan
Sumber: IFTTT
Pria Bawa Pistol Ditangkap Dekat Gedung Capitol, Ngaku Prihatin dengan Hasil Pilpres AS
source https://www.inews.id/news/internasional/pria-bawa-pistol-ditangkap-dekat-gedung-capitol-ngaku-prihatin-dengan-hasil-pilpres-as
Kembalikan Berkas 4 Kasus Habib Rizieq Shihab ke Bareskrim, Kejagung: Perlu Dilengkapi
source https://www.inews.id/news/nasional/kembalikan-berkas-4-kasus-habib-rizieq-shihab-ke-bareskrim-kejagung-perlu-dilengkapi
Menkes Silaturahmi Lagi dengan PP Muhammadiyah, Matangkan Kerja Sama Kesehatan
source https://www.inews.id/news/nasional/menkes-silaturahmi-lagi-dengan-pp-muhammadiyah-matangkan-kerja-sama-kesehatan
Pilot Ini Melihat Benda Terbang Diduga UFO, Rekam Penampakannya
source https://www.inews.id/news/internasional/pilot-ini-melihat-benda-terbang-diduga-ufo-rekam-penampakannya
Pilot Ini Melihat Benda Terbang Diduga UFO, Rekam Penampakannya
Sumber: IFTTT
Selidiki Asal Usul Covid-19, Tim Ahli Internasional Datangi Pasar dan Lab Virologi Wuhan
source https://www.inews.id/news/internasional/selidiki-asal-usul-covid-19-tim-ahli-internasional-datangi-pasar-dan-lab-virologi-wuhan
Selidiki Asal Usul Covid-19, Tim Ahli Internasional Datangi Pasar dan Lab Virologi Wuhan
Sumber: IFTTT
Tokoh Kristen dan Islam Kecam Rencana Serangan Masjid di Singapura oleh Remaja 16 Tahun
Sumber: IFTTT
4.311 Tenaga Kesehatan di Tangsel Sudah Divaksin Covid-19
Sumber: IFTTT
Tokoh Kristen dan Islam Kecam Rencana Serangan Masjid di Singapura oleh Remaja 16 Tahun
source https://www.inews.id/news/internasional/tokoh-kristen-dan-islam-kecam-rencana-serangan-masjid-di-singapura-oleh-remaja-16-tahun
4.311 Tenaga Kesehatan di Tangsel Sudah Divaksin Covid-19
source https://www.inews.id/news/megapolitan/4311-tenaga-kesehatan-di-tangsel-sudah-divaksin-covid-19
Presiden Tunisia Kais Saied Lolos dari Upaya Peracunan Melalui Surat, Ajudannya Sakit Parah
source https://www.inews.id/news/internasional/presiden-tunisia-kais-saied-lolos-dari-upaya-peracunan-melalui-surat-ajudannya-sakit-parah
Presiden Tunisia Kais Saied Lolos dari Upaya Peracunan Melalui Surat, Ajudannya Sakit Parah
Sumber: IFTTT
Kekerasan di Afghanistan Masih Tinggi, Ancam Kelanjutan Perjanjian Damai AS dan Taliban
Sumber: IFTTT
Satgas Covid-19 Masih Temukan Tenaga Kesehatan Tak Datang Vaksinasi
Sumber: IFTTT
Kekerasan di Afghanistan Masih Tinggi, Ancam Kelanjutan Perjanjian Damai AS dan Taliban
source https://www.inews.id/news/internasional/kekerasan-di-afghanistan-masih-tinggi-ancam-kelanjutan-perjanjian-damai-as-dan-taliban
Satgas Covid-19 Masih Temukan Tenaga Kesehatan Tak Datang Vaksinasi
source https://www.inews.id/news/nasional/satgas-covid-19-masih-temukan-tenaga-kesehatan-tak-datang-vaksinasi
Komandan ISIS Tewas dalam Serangan Pasukan Keamanan di Irak
source https://www.inews.id/news/internasional/komandan-isis-tewas-dalam-serangan-pasukan-keamanan-di-irak
Korban Gendam, Pria di Pondok Aren Menangis Pulang ke Rumah
source https://www.inews.id/news/megapolitan/korban-gendam-pria-di-pondok-aren-menangis-pulang-ke-rumah
Rabu, 27 Januari 2021
Berencana Serang 2 Masjid di Singapura, Begini Persiapan Pelaku Remaja 16 Tahun
Sumber: IFTTT
Remaja Singapura Ditangkap karena Berencana Serang 2 Masjid seperti di Selandia Baru
source https://www.inews.id/news/internasional/remaja-singapura-ditangkap-karena-berencana-serang-2-masjid-seperti-di-selandia-baru
Sosok Jenderal Wismoyo di Mata Pengamat Militer Susaningtyas : Beliau Guru bagi Kami
source https://www.inews.id/news/nasional/sosok-jenderal-wismoyo-di-mata-pengamat-militer-susaningtyas-beliau-guru-bagi-kami
Remaja Singapura Ditangkap karena Berencana Serang 2 Masjid seperti di Selandia Baru
Sumber: IFTTT
Sosok Jenderal Wismoyo di Mata Pengamat Militer Susaningtyas : Beliau Guru bagi Kami
Sumber: IFTTT
Begini Sikap Pemerintahan Joe Biden soal Nuklir Iran
Sumber: IFTTT
Begini Sikap Pemerintahan Joe Biden soal Nuklir Iran
source https://www.inews.id/news/internasional/begini-sikap-pemerintahan-joe-biden-soal-nuklir-iran
Mantan KSAD Jenderal TNI Purn Wismoyo Arismunandar Dimakamkan di Giribangun Solo
source https://www.inews.id/news/nasional/mantan-ksad-jenderal-tni-purn-wismoyo-arismunandar-dimakamkan-di-giribangun-solo
Pria Ini Divonis Penjara 1.050 Tahun karena Perkosa Anak Perempuannya 105 Kali selama 2 Tahun
source https://www.inews.id/news/internasional/pria-ini-divonis-penjara-1050-tahun-karena-perkosa-anak-perempuannya-105-kali-selama-2-tahun
Tak Terganggu soal Genosida Muslim Uighur, AS Akan Perkuat Kerja Sama dengan China
source https://www.inews.id/news/internasional/tak-terganggu-soal-genosida-muslim-uighur-as-akan-perkuat-kerja-sama-dengan-china
Kabar Duka, Mantan KSAD Jenderal TNI Purn Wismoyo Arismunandar Wafat
source https://www.inews.id/news/nasional/kabar-duka-mantan-ksad-jenderal-tni-purn-wismoyo-arismunandar-wafat
647 Tenaga Kesehatan Meninggal akibat Covid-19
source https://www.inews.id/news/nasional/647-tenaga-kesehatan-meninggal-akibat-covid-19
Mantan KSAD Jenderal TNI Purn Wismoyo Arismunandar Dimakamkan di Giribangun Solo
Sumber: IFTTT
Pria Ini Divonis Penjara 1.050 Tahun karena Perkosa Anak Perempuannya 105 Kali selama 2 Tahun
Sumber: IFTTT
Tak Terganggu soal Genosida Muslim Uighur, AS Akan Perkuat Kerja Sama dengan China
Sumber: IFTTT
Kabar Duka, Mantan KSAD Jenderal TNI Purn Wismoyo Arismunandar Wafat
Sumber: IFTTT
647 Tenaga Kesehatan Meninggal akibat Covid-19
Sumber: IFTTT
Kapolrestro Depok hingga Dandim Divaksin Sinovac Kedua Kali Hari Ini
source https://www.inews.id/news/megapolitan/kapolrestro-depok-hingga-dandim-divaksin-sinovac-kedua-kali-hari-ini
Pembatasan Kegiatan, Lansia Hanya Bisa Gunakan KRL Pukul 10.00-14.00 WIB
source https://www.inews.id/news/megapolitan/pembatasan-kegiatan-lansia-hanya-bisa-gunakan-krl-pukul-1000-1400-wib
Presiden Tunisia Kais Saied Dapat Kiriman Surat Mengandung Bubuk Mencurigakan
source https://www.inews.id/news/internasional/presiden-tunisia-kais-saied-dapat-kiriman-surat-mengandung-bubuk-mencurigakan
Mobil Tabrak Separator Busway di Kwitang, Pengemudi Terluka
source https://www.inews.id/news/megapolitan/mobil-tabrak-separator-busway-di-kwitang-pengemudi-terluka
Prabowo Unggah Foto Lawas Bersama Herindra Berseragam Kopassus, Netizen: Ganteng dan Imut
source https://www.inews.id/news/nasional/prabowo-unggah-foto-lawas-bersama-herindra-berseragam-kopassus-netizen-ganteng-dan-imut
Polisi Lumpuhkan Emotet, Malware Paling Berbahaya di Dunia
source https://www.inews.id/news/internasional/polisi-lumpuhkan-emotet-malware-paling-berbahaya-di-dunia
Selasa, 26 Januari 2021
Jokowi Lantik Listyo Sigit Jadi Kapolri
Sumber: IFTTT
Dokter Abdul Muthalib Tak Terlalu Gemetar Suntik Vaksinasi Covid Kedua Jokowi
Sumber: IFTTT
Ini Daftar Tokoh Terima Vaksin Covid Kedua Bareng Jokowi
Sumber: IFTTT
Lebih Berbahaya dan Mematikan, Virus Nipah Intai Manusia Usai Pandemi Covid-19
Sumber: IFTTT
Akui Distribusi Vaksin Covid-19 Belum Maksimal, Jokowi: Biasa di Awal
Sumber: IFTTT
Raffi Ahmad Kembali Jalani Vaksinasi Kedua di Istana Merdeka
Sumber: IFTTT
Jokowi Targetkan Masyarakat Umum Divaksin Pertengahan Februari 2021
Sumber: IFTTT
Jokowi Terima Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua dari Sinovac
Sumber: IFTTT
Bali Geser London sebagai Destinasi Wisata Paling Populer di Dunia 2021
Sumber: IFTTT
Raffi Ahmad Kembali Jalani Vaksinasi Kedua di Istana Merdeka
source https://www.inews.id/news/nasional/raffi-ahmad-kembali-jalani-vaksinasi-kedua-di-istana-merdeka
Jokowi Targetkan Masyakarat Umum Divaksin Pertengahan Februari 2021
source https://www.inews.id/news/nasional/jokowi-targetkan-masyakarat-umum-divaksin-pertengahan-februari-2021
Jokowi Terima Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua dari Sinovac
source https://www.inews.id/news/nasional/jokowi-terima-vaksinasi-covid-19-dosis-kedua-dari-sinovac
Bali Geser London sebagai Destinasi Wisata Paling Populer di Dunia 2021
source https://www.inews.id/news/internasional/bali-geser-london-sebagai-destinasi-wisata-paling-populer-di-dunia-2021
Beredar Foto Hoaks Habib Rizieq Kritis di Rumah Sakit, Ini Faktanya
Sumber: IFTTT
Joe Biden Buka Hubungan dengan Palestina Lagi, Pulihkan Bantuan yang Dipangkas Trump
Sumber: IFTTT
Beredar Foto Hoaks Habib Rizieq Kritis di Rumah Sakit, Ini Faktanya
source https://www.inews.id/news/nasional/beredar-foto-hoaks-habib-rizieq-kritis-di-rumah-sakit-ini-faktanya
Joe Biden Buka Hubungan dengan Palestina Lagi, Pulihkan Bantuan yang Dipangkas Trump
source https://www.inews.id/news/internasional/joe-biden-buka-hubungan-dengan-palestina-lagi-pulihkan-bantuan-yang-dipangkas-trump
Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor Digelar di 143 Lokasi
source https://www.inews.id/news/megapolitan/vaksinasi-covid-19-di-kabupaten-bogor-digelar-di-143-lokasi
Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor Digelar di 143 Lokasi
Sumber: IFTTT
Keberadaan Laptop Ketua DPR AS Nancy Pelosi yang Dicuri saat Kerusuhan 6 Januari Masih Misterius
source https://www.inews.id/news/internasional/keberadaan-laptop-ketua-dpr-as-nancy-pelosi-yang-dicuri-saat-kerusuhan-6-januari-masih-misterius
Waspada Banjir! Pintu Air Pasar Ikan Siaga Dua
source https://www.inews.id/news/megapolitan/waspada-banjir-pintu-air-pasar-ikan-siaga-dua
MK Kembali Gelar 35 Sidang Sengketa Pilkada Hari Ini
source https://www.inews.id/news/nasional/mk-kembali-gelar-35-sidang-sengketa-pilkada-hari-ini
Joe Biden untuk Pertama Kali Berbicara dengan Presiden Rusia Putin, Ini yang Dibahas
source https://www.inews.id/news/internasional/joe-biden-untuk-pertama-kali-berbicara-dengan-presiden-rusia-putin-ini-yang-dibahas
Senin, 25 Januari 2021
Bertolak ke Sumsel, Jokowi Akan Resmikan Jalan Tol Kayu Agung-Palembang
source https://www.inews.id/news/nasional/bertolak-ke-sumsel-jokowi-akan-resmikan-jalan-tol-kayu-agung-palembang
Korban Rasisme, Pigai Mengadu ke Menhan AS
source https://www.inews.id/news/nasional/korban-rasisme-pigai-mengadu-ke-menhan-as
Kapal-Kapal Induk AS Masuki Laut China Selatan, Kemlu China: Tak Kondusif untuk Perdamaian
Sumber: IFTTT
Jokowi Serukan Langkah Global Tangani Dampak Perubahan Iklim
Sumber: IFTTT
Bertolak ke Sumsel, Jokowi Akan Resmikan Jalan Tol Kayu Agung-Palembang
Sumber: IFTTT
Korban Rasisme, Pigai Mengadu ke Menhan AS
Sumber: IFTTT
Joe Biden Tak Yakin Donald Trump Bisa Dimakzulkan
Sumber: IFTTT
Joe Biden Tak Yakin Donald Trump Bisa Dimakzulkan
source https://www.inews.id/news/internasional/joe-biden-tak-yakin-donald-trump-bisa-dimakzulkan
Gara-Gara Pandemi, Pilot Ini Banting Setir Jadi Tukang Bangunan
source https://www.inews.id/news/internasional/gara-gara-pandemi-pilot-ini-banting-setir-jadi-tukang-bangunan
Postingan Bernada Rasis Viral, Ambrancius Nababan Minta Maaf kepada Masyarakat Papua
source https://www.inews.id/news/nasional/postingan-bernada-rasis-viral-ambrancius-nababan-minta-maaf-kepada-masyarakat-papua
Gara-Gara Pandemi, Pilot Ini Banting Setir Jadi Tukang Bangunan
Sumber: IFTTT
Postingan Bernada Rasis Viral, Ambrancius Nababan Minta Maaf kepada Masyarakat Papua
Sumber: IFTTT
AstraZeneca Tepis Vaksin Covid-19-nya Tak Manjur untuk Lansia
source https://www.inews.id/news/internasional/astrazeneca-tepis-vaksin-covid-19-nya-tak-manjur-untuk-lansia
Pengacara Trump Digugat Rp18 Triliun atas Tuduhan Berbohong soal Kecurangan Pilpres AS
source https://www.inews.id/news/internasional/pengacara-trump-digugat-rp18-triliun-atas-tuduhan-berbohong-soal-kecurangan-pilpres-as
AstraZeneca Tepis Vaksin Covid-19-nya Tak Manjur untuk Lansia
Sumber: IFTTT
Pengacara Trump Digugat Rp18 Triliun atas Tuduhan Berbohong soal Kecurangan Pilpres AS
Sumber: IFTTT
MK Gelar Sidang Perdana Sengketa Pilkada 2020, Total 35 Perkara
Sumber: IFTTT
Berkas dan Barang Bukti Kasus Penyuapan Wali Kota Cimahi Diserahkan ke JPU
Sumber: IFTTT
MK Gelar Sidang Perdana Sengketa Pilkada 2020, Total 35 Perkara
source https://www.inews.id/news/nasional/mk-gelar-sidang-perdana-sengketa-pilkada-2020-total-35-perkara
Berkas dan Barang Bukti Kasus Penyuapan Wali Kota Cimahi Diserahkan ke JPU
source https://www.inews.id/news/nasional/berkas-dan-barang-bukti-kasus-penyuapan-wali-kota-cimahi-diserahkan-ke-jpu
Fakta-Fakta Pasangan Mesum di Halte Kramat Raya, Keduanya Baru Kenal di Lokasi
source https://www.inews.id/news/megapolitan/fakta-fakta-pasangan-mesum-di-halte-kramat-raya-keduanya-baru-kenal-di-lokasi
Istri Terlanjur Tikam Suami setelah Lihat Foto Perempuan di Ponsel, Eh Ternyata Foto Dirinya Sendiri
source https://www.inews.id/news/internasional/istri-terlanjur-tikam-suami-setelah-lihat-foto-perempuan-di-ponsel-eh-ternyata-foto-dirinya-sendiri
Mal dan Kafe di Kota Bogor Boleh Buka hingga Pukul 20.00 WIB
source https://www.inews.id/news/megapolitan/mal-dan-kafe-di-kota-bogor-boleh-buka-hingga-pukul-2000-wib
Minggu, 24 Januari 2021
"iNews Siang" Live di iNews dan RCTI+ Senin Pukul 11.00: Mengaku Selingkuh, Istri Dibunuh
Sumber: IFTTT
Bulan Purnama Tepat Berada di Atas Ka’bah 28 Januari
Sumber: IFTTT
Komjen Listyo Sigit Akan Dilantik Jadi Kapolri Rabu 27 Januari
Sumber: IFTTT
Pasangan Mesum di Halte Kramat Raya Senen Ditangkap
Sumber: IFTTT
Pasangan Mesum di Halte Kramat Raya Senen Ditangkap
source https://www.inews.id/news/megapolitan/pasangan-mesum-di-halte-kramat-raya-senen-ditangkap
Sesalkan Pemaksaan Siswi Nonmuslim Pakai Jilbab, Wakil Ketua DPR: Merusak Bhinneka Tunggal Ika
source https://www.inews.id/news/nasional/sesalkan-pemaksaan-siswi-nonmuslim-pakai-jilbab-wakil-ketua-dpr-merusak-bhinneka-tunggal-ika
Kasus Positif Covid-19 Terus Naik, Pemprov DKI Tambah 1.941 Tempat Tidur
source https://www.inews.id/news/megapolitan/kasus-positif-covid-19-terus-naik-pemprov-dki-tambah-1941-tempat-tidur
Sesalkan Pemaksaan Siswi Nonmuslim Pakai Jilbab, Wakil Ketua DPR: Merusak Bhinneka Tunggal Ika
Sumber: IFTTT
Kasus Positif Covid-19 Terus Naik, Pemprov DKI Tambah 1.941 Tempat Tidur
Sumber: IFTTT
Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador Positif Covid
source https://www.inews.id/news/internasional/presiden-meksiko-andres-manuel-lopez-obrador-positif-covid
Antisipasi Keluhan Usai Vaksin Covid-19, Dinkes DKI Jakarta Siapkan 21 RS
source https://www.inews.id/news/megapolitan/antisipasi-keluhan-usai-vaksin-covid-19-dinkes-dki-jakarta-siapkan-21-rs
Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador Positif Covid
Sumber: IFTTT
Antisipasi Keluhan Usai Vaksin Covid-19, Dinkes DKI Jakarta Siapkan 21 RS
Sumber: IFTTT
Italia Bakal Seret Produsen Vaksin Covid Pfizer dan AstraZeneca ke Ranah Hukum
Sumber: IFTTT
Italia Bakal Seret Produsen Vaksin Covid Pfizer dan AstraZeneca ke Ranah Hukum
source https://www.inews.id/news/internasional/italia-bakal-seret-produsen-vaksin-covid-pfizer-dan-astrazeneca-ke-ranah-hukum
Komnas HAM Sebut Kasus Penembakan Laskar FPI Tak Akan Berhasil Dibawa ke Mahkamah Internasional
source https://www.inews.id/news/nasional/komnas-ham-sebut-kasus-penembakan-laskar-fpi-tak-akan-berhasil-dibawa-ke-mahkamah-internasional
Sidang Vonis Kasus Sabu Catherine Wilson Digelar Hari Ini
source https://www.inews.id/news/nasional/sidang-vonis-kasus-sabu-catherine-wilson-digelar-hari-ini
Dulu Dilarang Trump, Transgender Kini Dapat Restu Biden untuk Berdinas di Militer
source https://www.inews.id/news/internasional/dulu-dilarang-trump-transgender-kini-dapat-restu-biden-untuk-berdinas-di-militer
Komnas HAM Sebut Kasus Penembakan Laskar FPI Tak Akan Berhasil Dibawa ke Mahkamah Internasional
Sumber: IFTTT
Sidang Vonis Kasus Sabu Catherine Wilson Digelar Hari Ini
Sumber: IFTTT
Dulu Dilarang Trump, Transgender Kini Dapat Restu Biden untuk Berdinas di Militer
Sumber: IFTTT
Staf Joe Biden: Donald Trump Tak Punya Rencana Distribusi Vaksin Covid ke Masyarakat
source https://www.inews.id/news/internasional/staf-joe-biden-donald-trump-tak-punya-rencana-distribusi-vaksin-covid-ke-masyarakat
2 Kecamatan di Kabupaten Bogor Zona Hijau Covid-19
source https://www.inews.id/news/megapolitan/2-kecamatan-di-kabupaten-bogor-zona-hijau-covid-19
Sabtu, 23 Januari 2021
AS Ingatkan China Setelah 12 Pesawat Tempurnya Masuki Zona Pertahanan Taiwan
Sumber: IFTTT
AS Ingatkan China Setelah 12 Pesawat Tempurnya Masuki Zona Pertahanan Taiwan
source https://www.inews.id/news/internasional/as-ingatkan-china-setelah-12-pesawat-tempurnya-masuki-zona-pertahanan-taiwan
Cegah Sabotase Rumah Pompa Dukuh Atas, Pemkot Jakpus Bangun Posko
source https://www.inews.id/news/nasional/cegah-sabotase-rumah-pompa-dukuh-atas-pemkot-jakpus-bangun-posko
Cegah Sabotase Rumah Pompa Dukuh Atas, Pemkot Jakpus Bangun Posko
Sumber: IFTTT
2 Gempa Bumi Guncang Cile, Sempat Ada Peringatan Tsunami tapi Diralat
Sumber: IFTTT
2 Gempa Bumi Guncang Cile, Sempat Ada Peringatan Tsunami tapi Diralat
source https://www.inews.id/news/internasional/2-gempa-bumi-guncang-cile-sempat-ada-peringatan-tsunami-tapi-diralat
8 Pesawat Pengebom dan 4 Jet Tempur China Masuki Zona Pertahanan Udara Taiwan
source https://www.inews.id/news/internasional/8-pesawat-pengebom-dan-4-jet-tempur-china-masuki-zona-pertahanan-udara-taiwan
Polisi Rusia Tangkap 3.000 Demonstran yang Menuntut Pembebasan Pemimpin Oposisi Navalny
source https://www.inews.id/news/internasional/polisi-rusia-tangkap-3000-demonstran-yang-menuntut-pembebasan-pemimpin-oposisi-navalny
Perpres Pencegahan dan Penanggulangan Ekstrimisme Terorisme Terbit, Ini Sikap Muhammadiyah
source https://www.inews.id/news/nasional/perpres-pencegahan-dan-penanggulangan-ekstrimisme-terorisme-terbit-ini-sikap-muhammadiyah
8 Pesawat Pengebom dan 4 Jet Tempur China Masuki Zona Pertahanan Udara Taiwan
Sumber: IFTTT
Polisi Rusia Tangkap 3.000 Demonstran yang Menuntut Pembebasan Pemimpin Oposisi Navalny
Sumber: IFTTT
Perpres Pencegahan dan Penanggulangan Ekstrimisme Terorisme Terbit, Ini Sikap Muhammadiyah
Sumber: IFTTT
Beredar Kabar Mahathir Mohamad Dirawat di RS, Ajudan Pastikan Tak Benar
source https://www.inews.id/news/internasional/beredar-kabar-mahathir-mohamad-dirawat-di-rs-ajudan-pastikan-tak-benar
Segera Dilantik Jadi Kapolri, Listyo Sigit Diminta Perkuat Soliditas Polri
source https://www.inews.id/news/nasional/segera-dilantik-jadi-kapolri-listyo-sigit-diminta-perkuat-soliditas-polri
2.298 Tenaga Kesehatan di Kota Tangsel Telah Disuntik Vaksin Sinovac
source https://www.inews.id/news/megapolitan/2298-tenaga-kesehatan-di-kota-tangsel-telah-disuntik-vaksin-sinovac
Beredar Kabar Mahathir Mohamad Dirawat di RS, Ajudan Pastikan Tak Benar
Sumber: IFTTT
Segera Dilantik Jadi Kapolri, Listyo Sigit Diminta Perkuat Soliditas Polri
Sumber: IFTTT
Kolombia Diguncang Gempa Bermagnitudo 5,1, Warga Bogota Panik
Sumber: IFTTT
2.298 Tenaga Kesehatan di Kota Tangsel Telah Disuntik Vaksin Sinovac
Sumber: IFTTT
Kolombia Diguncang Gempa Bermagnitudo 5,1, Warga Bogota Panik
source https://www.inews.id/news/internasional/kolombia-diguncang-gempa-bermagnitudo-51-warga-bogota-panik
Sakit, Begini Kondisi Kesehatan Habib Rizieq di Sel Mabes Polri
source https://www.inews.id/news/nasional/sakit-begini-kondisi-kesehatan-habib-rizieq-di-sel-mabes-polri
Keberadaan Istri Mantan Pemimpin Jamaah Islamiyah Hambali Tak Diketahui sejak 16 Tahun
source https://www.inews.id/news/internasional/keberadaan-istri-mantan-pemimpin-jamaah-islamiyah-hambali-tak-diketahui-sejak-16-tahun
Listyo Sigit Segera Dilantik Jadi Kapolri, Kompolnas Ingatkan Soal Profesionalitas
source https://www.inews.id/news/nasional/listyo-sigit-segera-dilantik-jadi-kapolri-kompolnas-ingatkan-soal-profesionalitas
Jumat, 22 Januari 2021
Bencana Alam Terjang Jabar: Longsor-Banjir Bandang, 40 Orang Tewas

DEMOKRASI.CO.ID - Bencana alam di Jawa Barat terjadi di awal tahun 2021. Mulai dari longsor di Kabupaten Sumedang hingga banjir bandang di Kabupaten Bogor.
1. Longsor di Sumedang Tewaskan 40 Orang
Bencana longsor di Desa Cihanjuang, Cimanggung, Kabupaten Sumedang menewaskan 40 orang. Seluruh korban ditemukan setelah operasi yang dilakukan tim SAR gabungan selama 10 hari.
Teriakan histeris warga kompleks Pondok Daud menyusul suara gemuruh yang berasal dari atas lereng di Desa Cihanjuang, Cimanggung, Kabupaten Sumedang pada Sabtu (19/1) pukul 16.00 WIB. Bukit yang berada di belakang kompleks ambles karena tergerus hujan.
"Waktu saat kejadian pada saat itu dalam kondisi hujan deras, tiba-tiba suara gemuruh terdengar dari atas lereng. Warga di dalam rumah yang posisinya di atas itu enggak sempat keluar," kata salah seorang warga, Asep (40) saat ditemui di lokasi, Minggu (10/1/2021).
Asep mengatakan, longsor susulan terjadi kembali sekitar pukul 20.00 WIB. Nahasnya, saat itu petugas tengah melakukan pendataan awal dan banyak warga sekitar yang datang untuk menonton ke lokasi bencana.
Dalam laporan awal Tim SAR, 25 orang selamat, 13 orang ditemukan tewas dan 27 orang lainnya masih dalam pencarian. Danramil Cimanggung Kapten Setyo Pribadi, MP Cimanggung Suhanda dan Petugas BPBD Sumedang Yedi masuk ke dalam daftar korban meninggal dunia.
"Korban longsor pertama saja banyak yang belum ditemukan ditambah lagi longsor yang kedua itu warga yang sedang melihat kejadian ikut tertimbun. Bahkan Danramil, MP dan Kasi BPBD dikabarkan tertimbun. Namun ketiganya sudah ditemukan dalam kondisi meninggal," katanya.
Uu (49), satu dari 25 korban selamat dalam bencana longsor, menceritakan badannya sempat tertimbun material longsoran. "Pas longsor pertama saya masih di rumah, pas longsor kedua susulan, saya ada di lokasi," kata Uu.
Uu yang merupakan Ketua RT 01 mengungkapkan, sebelum longsor susulan itu, ia bersama petugas BPBD dan Polsek Cimanggung berbincang. Tiba-tiba longsor susulan itupun terjadi. Ada sekian detik, ada longsor susulan. Saya kedorong dari ujung lapang voli sekitar 20 meteran dan saya nyangkut di ram (kawat) lapang voli," ungkapnya.
"Saya sendiri menyelamatkan diri, enggak ada yang menyelamatkan, enggak ada orang, sama takut semuanya, lari semuanya," katanya menambahkan.
Maksud kedatangan Uu, ke TKP awalnya untuk membantu evakuasi korban, namun Uu juga malah hampir menjadi korban longsor ini. "Enggak, saya lagi mendata, mengkoordinasikan untuk membuang tanah dan batu ke tanah saya," ujarnya.
Insiden ini terjadi ketika bukit yang berada di belakang Kompleks PondokDaud amblas. Nahasnya, sebagian rumah di Perum SBG Parakan Muncang yang berada di atas bukit juga ikut ambles. Ketinggian tebing kurang lebih 50 meter dengan lebar tebing yang longsor kurang lebih sepanjang 60 meter.
Operasi SAR dilakukan selama 9 hari, petugas cukup kesulitan untuk melakukan evakuasi karena intensitas hujan yang tinggi ditambah kerawanan terjadinya longsor susulan. Selain itu, area evakuasi korban pun sempit sehingga memaksa petugas SAR untuk merobohkan sebuah TK agar alat berat bisa bekerja secara optimal.
Sebelumnya pencarian korban dibagi ke dalam beberapa sektor, sektor pertama yakni tempat hajatan dan lapangan voli, kemudian sektor di belakang perumahan dan sektor dekat masjid. Sampai akhirnya pada 18 Januari 2021 operasi SAR ditutup, setelah petugas menemukan delapan jasad terakhir yang menggenapkan jumlah korban meninggal dunia menjadi 40 orang.
"Keberhasilan ini berkat sinergitas dan kerjasama tim di lapangan yang baik antara Unsur SAR, support dan spirit yang luar biasa sehingga seluruh korban bisa ditemukan. Kita berharap agar tidak ada lagi kejadian bencana di Jawa Barat khususnya, dan umumnya di Indonesia," ujar Kepala Basarnas Bandung Deden Ridwansah.
Pasca terjadinya bencana longsor longsor, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan merelokasi ratusan rumah terdampak akibat bencana longsor itu.
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menyebutkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi mengidentifikasi 224 rumah telah masuk zona merah, yakni 132 rumah berada di atas lokasi longsor (Perum SBG), dan yang di bawah ada 92 rumah (Perum Pondok Daud dan rumah warga)
"Lokasi yang di atas kan developer. Nanti akan dicek dulu," ucap Basuki Hadimuljono ditemui di lokasi longsor, Kamis (14/1/2021).
2. Banjir Bandang di Puncak Bogor
Banjir bandang menerjang rumah warga di kawasan Gunung Mas Puncak, Kabupaten Bogor, Selasa (19/1/2021). Sebanyak 900 orang mengungsi dan 7 bangunan rusak akibat kejadian itu.
Sempat terjadi dua kali banjir bandang. Pertama, berlangsung pukul 09.00 WIB. Kedua, banjir bandang terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Warga menceritakan bagaimana dahsyatnya banjir bandang yang menerjang Kampung Gunung Mas.
Daman (62), warga setempat, mengatakan banjir bandang pertama itu membuatnya panik. Saat itu, Daman yang berada di dalam rumahnya tiba-tiba mendengar suara derasnya air mengalir.
"Saya keluar rumah kan, mau cek-cek maksudnya. Pas lihat itu sungai airnya besar sekali, saya lari ke atas," kata Daman.
"Pas kejadian nggak hujan besar, cuma memang agak gerimis," dia menambahkan.
Sewaktu banjir bandang pertama, Daman menyebut aliran air lumayan besar. Namun yang membuatnya khawatir, banyak pohon kecil yang tumbang dan terbawa arus sungai.
"Banjirnya memang besar juga yang pertama, banyak batang pohon ikut kebawa arus. Kejadiannya nggak lama, nggak sampai satu jam" ujar Daman.
Banjir bandang pertama pun mereda. Aliran Sungai Cisampay yang sempat meluap dan membawa lumpur pun surut.
Daman dan adik-adiknya kemudian bergegas membersihkan lumpur yang mulai masuk ke rumah. Hal serupa juga dilakukan warga lainnya sambil mencoba mengevakuasi barang-barang dari dalam rumah.
Namun, pukul 12.00 WIB, banjir bandang kedua terjadi. Debit air yang lebih besar dari sebelumnya datang dengan tiba-tiba dibarengi suara gemuruh.
"Pas kejadian kedua itu posisi saya lagi bersih-bersih lumpur. Tiba-tiba ada suara gemuruh, brak, bruk, gitu. Banyak pohon yang roboh, kebawa air, nabrak-nabrak rumah," tuturnya.
"Saya langsung lari, adik saya juga langsung ke atas (selamatkan diri ke tanah yang lebih tinggi). Pokoknya kaget semua itu, suaranya seram," kata Daman menambahkan.
Akibat banjir bandang yang kedua, kamar dan ruang dapur rumah adik dari Daman ambruk tersapu banjir bandang. Dua buah pohon besar yang berada di belakang rumah Daman tumbang dan menimpa kediaman adiknya.
"Alhamdulillah kalau anggota keluarga enggak ada yang luka. Ada lima orang tinggal di sini, ada bayi juga yang usianya baru 10 hari. Alhamdulillah semuanya selamat," ucap Daman.
3. BPBD Susun Peta Kewaspadana Menyusul Jabar Rawan Bencana
Baru selesai evakuasi 40 korban jiwa dari longsor di Kabupaten Sumedang, kini Jawa Barat kembali diterjang musibah berupa banjir bandang di Cisarua, Kabupaten Bogor, Selasa (19/1/2021). Seluruh wilayah di Jabar memang masuk ke dalam daerah rawan bencana. Dari 27 kabupaten/kota di Jabar, lebih dari separuhnya masuk ke dalam kategori risiko bencana tinggi dan sisanya daerah berisiko sedang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Dani Ramdan mengatakan pihaknya telah menyusun kajian risiko bencana dan peta rawan bencana sampai ke tingkat desa. Menurutnya, pemahaman masyarakat untuk tetap waspada sangat penting.
"Hanya gempa yang tidak bisa diprediksi kapan dan di mana terjadi. Tapi kalau banjir, kita lihat dari kondisi alam termasuk banjir rob karena air laut yang naik. Sedangkan, tsunami dan gempa tidak bisa diprediksi," kata Dani di Bandung, Selasa (19/1).
Dani mengatakan, usai menyusun peta rawan bencana, langkah selanjutnya ialah menyusun rencana penanggulangan bencana (RPB) di tingkat kabupaten/kota dan provinsi. Dari RPB itu, rencana kontingensi jenis kebencanaan untuk setiap kabupaten/kota dapat disusun.
"Dari rencana dan peta rawan bencana itu, pemerintah desa bisa menyusun, misalnya jalur evakuasi manakala akan berpotensi bencana, tempat evakuasi atau pengungsian. Kalau itu sudah ditambah kesiapan personel dan peralatan bencana, maka bencana itu bisa kita hadapi," ucapnya.
"Ada yang bisa kita cegah, ada yang tidak bisa, seperti gempa. Tapi, kalau kita punya kesiapsiagaan, paling tidak bisa meminimalisasi dampak atau risiko," ujar Dani.
Dani mengatakan mitigasi bencana hanya bisa dilakukan jika ada kesadaran dan kewaspadaan akan potensi bencana yang mungkin dihadapi. Salah satu contoh mitigasi yang sederhana adalah memeriksa dan membersihkan saluran air agar tak ada sumbatan.
Kemudian bagi masyarakat yang tinggal di lereng, bisa memeriksa tebing-tebing apakah vegetasi atau tembok penahan tanahnya masih bagus dan layak atau tidak.
"Dalam kondisi demikian khususnya ketika terjadi hujan lebat, sebaiknya masyarakat yang bermukim di sekitar tebing seperti itu melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman," ucapnya.
"Hal yang sama bisa dilakukan oleh masyarakat yang tinggal di bantaran sungai. Jika tinggi muka air sungai sudah mencapai level yang membahayakan, segera lakukan evakuasi ke tempat yang lebih tinggi," kata Dani menambahkan.(dtk)
source https://www.demokrasi.co.id/2021/01/bencana-alam-terjang-jabar-longsor.html
Babak Baru Polemik Lahan Markaz Syariah Saat HRS Dipolisikan

DEMOKRASI.CO.ID - Polemik penggunaan lahan tanpa izin Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat memasuki babak baru.
Kali ini Habib Rizieq Shihab dilaporkan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII ke Bareskrim Polri terkait lahan tersebut.
"Melaporkan terkait penguasaan lahan yang dikuasai oleh pihak-pihak yang kami sudah berikan peringatan terlebih dahulu terhadap pihak-pihak tersebut," kata kuasa hukum PTPN VIII, Ikbar Firdaus Nurahman seperti dilansir Antara, Jumat (22/1/2021).
Ikbar mengatakan pihaknya melaporkan sekitar 250 orang yang merupakan pihak yang menguasai lahan di lokasi pesantren. Salah satunya, Habib Rizieq Shihab.
"Di kawasan Megamendung, semua yang mendirikan bangunan tanpa izin dan berada di atas lahan milik PTPN akan kami laporkan secara hukum," ujar Ikbar.
Dengan laporan ini, pihaknya berharap 250 orang itu bersedia menyerahkan lahan pesantren itu. Sebelum membuat laporan polisi, Ikbar mengatakan PTPN VIII telah melakukan somasi kepada sejumlah pihak yang menempati lahan tersebut.
Ikbar menyebut ada beberapa warga yang merespons baik somasi PTPN VIII. Namun, ada pula yang tidak mengindahkan somasi.
"Kami tetap berpegang kepada hukum, kami berlindung di sana," katanya.
Diketahui, Laporan polisi yang dibuat PTPN VIII ini teregister dengan nomor: LP/B/0041/I/2021/Bareskrim tertanggal 22 Januari 2021, dengan terlapor Muhammad Rizieq Shihab selaku ulama dan Gabriele Luigi Antoneli selaku pastor.
Habib Rizieq dan Gabriele dipersangkakan dengan Pasal 107 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Tindak Pidana Kejahatan Perkebunan, Pasal 69 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Kejahatan Penataan Ruang, Pasal 167 KUHP tentang Memasuki Pekarangan Tanpa Izin, Pasal 385 KUHP tentang Penyerobotan Tanah dan Pasal 480 KUHP tentang Penadahan.
Tim Kuasa Hukum HRS Layangkan Surat ke PTPN
Sebelumnya tim kuasa hukum Habib Rizieq mengaku melayangkan surat ke PTPN VIII terkait lahan Markaz Syariah, di Megamendung. Namun surat balasan belum diterima oleh tim kuasa hukum Habib Rizieq dari PTPN VIII.
"Balasannya surat dari PTPN ke kami belum ada atau belum kami terima sampai hari ini," ujar kuasa hukum Habib Rizieq, Ichwan Tuankotta, saat dihubungi, Senin (4/1).
Tim kuasa juga masih menunggu informasi pertemuan dengan PTPN VIII. Namun Ichwan mengatakan tim kuasa hukum mencoba mendatangi lagi PTPN VIII untuk membahas lahan Markaz Syariah.
"Sampai saat ini belum ada perkembangan. Kita masih menunggu info pertemuan atau dialog dengan pihak PTPN VIII," ucapnya.
"Iya. Insyaallah kita akan ke kantor PTPN kembali nanti," tandas dia.
BPN Sebut Aset Ormas Terlarang Akan Disita Negara
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) belum mengetahui atas nama siapa Markaz Syariah didirikan. Namun, juru bicara BPN Teuku Taufiqulhadi menyatakan aset ormas terlarang akan disita negara, apalagi berdiri di tanah negara.
"Aset ormas terlarang, akan disita negara. Apa lagi terletak di atas tanah negara," kata Taufiqulhadi kepada wartawan, Rabu (30/12/2020).
Taufiqulhadi yakin PTPN bakal lebih tegas terhadap sengketa tanah Markaz Syariah setelah pengumuman pemerintah melarang FPI.
"Soal tanah jelas, sebelum FPI dilarang, PTPN telah melakukan somasi yang meminta agar pihak menduduki tanah PTPN agar menyerahkan kembali lahan itu kepada PTPN. Jika sebelum ada keputusan pemerintah terakhir, PTPN VIII sudah tegas, apa lagi sekarang. Pasti PTPN lebih tegas lagi," ucap Taufiqulhadi.(dtk)
source https://www.demokrasi.co.id/2021/01/babak-baru-polemik-lahan-markaz-syariah.html
Maaher Minta ke RS UMMI, RS Polri: Kalau Pindah Biasanya ke RS Lebih Tinggi

DEMOKRASI.CO.ID - Ustadz Maaher At-Thuwailibi tengah menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, karena penyakit lambung. Namun keluarga minta agar Ustadz Maaher dipindah ke RS UMMI Bogor. Apakah bisa?
Kabid Pelayanan Medis dan Perawatan RS Polri, Kombes Yayok Witarto, mengatakan belum mengetahui lebih lanjut alasan keluarga ingin Ustadz Maaher dipindah ke RS UMMI. Tapi Yayok menyebut Ustadz Maaher pernah dirawat di RS UMMI.
"Belum ada info. Sekarang masih dirawat beberapa dari spesialis. Infonya yang bersangkutan sebelumnya pernah berobat di RS tersebut," kata Yayok, ketika dihubungi, Jumat (22/1/2021).
Yayok mengatakan bisa atau tidaknya permintaan Ustadz Maaher untuk dipindahkan. Dia mengatakan pemindahan tahanan di RS Polri bisa dilakukan, tapi untuk ke rumah sakit dengan level yang lebih tinggi.
"Kalau mindah biasanya yang level RS lebih tinggi, di luar itu belum tahu," ujarnya.
Sebelumnya, pihak keluarga ingin agar Ustadz Maaher dirujuk ke RS UMMI Bogor.
Keluarga Ustadz Maaher meminta agar dipindahkan ke RS UMMI Bogor. Dengan alasan Ustadz Maaher pernah dirawat di RS tersebut.
"Ya kan dari awal medical record-nya di RS UMMI gitu loh, jadi kita memohonkan agar bisa dirujuk dari RS Polri ke RS UMMI permohonan kita, tapi kan alasan penyidik juga mengatakan oh itu (RS Polri) lengkap bla-bla-bla, walaupun saya sendiri kan nggak tahu bagaimana medical record, yang tahu dokter ya. Itu akan dimohonkan," kata kuasa hukum Ustadz Maheer, Djuju Purwanto, saat dihubungi detikcom, Jumat (22/1/2021).
Djuju mengatakan tahun lalu Ustadz Maaher sempat dirawat di RS UMMI Bogor karena penyakit lambung. Hal itulah yang menjadikan alasan pihak keluarga ingin Ustadz Maaher dirujuk ke RS UMMI.
"Karena pada waktu itu, dokter awal beliau sakit usus lambung, luka lambung, itu kan awal diperiksa tuh, dicek sempet diopname di RS UMMI. Kira-kira hampir setahun yang lalu. Saya juga yang dampingi (saat dirawat di RS UMMI). Setahun lalu kira-kira 2020," ujarnya.
"Karena kan beliau tinggalnya di Bogor. Jadi pihak keluarga hanya memohonkan saja dan kalau memungkinkan dokter di UMMI juga udah dikoordinasikan standby kalau memang dirujuk mereka standby," sambungnya.
Untuk diketahui, Soni Eranata alias Ustadz Maaher At-Thuwailibi, pemilik akun Twitter @ustadzmaaher_, ditangkap Bareskrim Polri terkait kasus dugaan SARA. Tim Bareskrim menyita sejumlah barang bukti dalam penangkapan tersebut.
Maaher At-Thuwailibi ditangkap atas kasus dugaan penyebaran informasi yang ditujukan untuk menimbulkan kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) melalui media sosial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45a ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.(dtk)
source https://www.demokrasi.co.id/2021/01/maaher-minta-ke-rs-ummi-rs-polri-kalau.html