Jumat, 31 Juli 2020

OJK-Djoko Tjandra Diduga 'Main Mata', KPK Dan Kejagung Harus Segera Lakukan Pemeriksaan


DEMOKRASI.CO.ID - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono menduga ada "main mata" antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan grup usaha Djoko Soegiarto Tjandra.

Menurut Arief, dugaan main mata itu terkait pelaksanaan kebijakan Dewan Komisioner OJK yang terindikasi mengakibatkan peningkatan biaya yang digunakan oleh OJK.

"Keputusan Dewan Komisioner OJK untuk menyewa gedung Wisma Mulia 1 dan Wisma Mulia 2, tetapi kemudian hanya memanfaatkan sebagian gedung Wisma Mulia 2 mengakibatkan pengeluaran uang untuk sewa gedung Wisma Mulia 1 dan sebagian gedung Wisma Mulia 2 tidak bermanfaat alias mubazir," demikian analisa Arief Poyuono, Sabtu (1/8).

Arief Poyuono melihat ada keanehan karena lembaga sebesar OJK tidak mampu menyewa konsultan untuk mengukur kebutuhan luas kantor yang sesuai dengan jumlah pegawai di lembaganya.

"Bukti yang lengkap  Berdasarkan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II Tahun 2018 BPK, secara keseluruhan, hasil pemeriksaan perencanaan dan penggunaan penerimaan pungutan OJK mengungkapkan Dimana OJK membayar service charge (biaya pelayanan) pada 2018 sebesar Rp57,05 miliar," demikian ungkap Arief.

""OJK tidak memanfaatkan Gedung Wisma Mulia I, sehingga beban dibayar dimuka per 31 Desember 2018 sebesar Rp 303,12 miliar tidak memiliki manfaat," demikian arief mengutip dari IHPS I 2019 BPK.

Indikasi keanehan, dalam analisa Arief semakin menguat karena saat ramai diperbincangkan publik, OJK langsung melayangkan gugatan perdata terkait biaya sewa gedung Mulia.

Dengan sikap OJK itu, Arief menduga cara itu untuk menghilangkan kasus sewa Wisma Mulia I dan II dari jeratan kasus dugaan korupsi.

"Dewan Komisioner OJK sudah merugikan negara dan para nasabah perbankan Indonesia dan Perbankan yang membayar iuran pada OJK, serta berpotensi memperkaya pihak lain. KPK dan Kejaksaan Agung harus memeriksa proses sewa menyewa Wisma Mulia 1 dan 2 oleh OJK kepada Group Usaha Joko S Chandra," demikian tuntutan Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu.(rmol)


source https://www.demokrasi.co.id/2020/08/ojk-djoko-tjandra-diduga-mata-kpk-dan.html

Mantan Anggota DPRD Sumut Mustofawiyah Meninggal Di Lapas Tanjung Gusta


DEMOKRASI.CO.ID - Kabar duka dari datang dari mantan anggota DPRD Sumatera Utara Mustofawiyah Sitompul.

Dilaporkan Kantor Berita RMOLSumut, Politisi Partai Demokrat ini dikabarkan meninggal dunia saat menjalani hukumannya di Lapas Klas I Tanjung Gusta, Medan, Jumat (31/7).

Mustofawiyah divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 4 bulan kurungan dalam kasus suap dari Gatot Pujo Nugroho saat menjabat Gubernur Sumatera Utara.

Informasi beredar menyebutkan, Mustofawiyah disebut tiba-tiba drop pada Jumat pagi. Pihak lapas melarikannya ke RA Royal Prima namun nyawanya tidak terselamatkan.

Jenazah Mustofawiyah disemayamkan di rumah duka di Jalan STM/Jalan Suka Eka, Medan Johor.

Informasinya, pihak keluarga sudah mengebumikannya pada Jumat sore tadi.(rmol)


source https://www.demokrasi.co.id/2020/08/mantan-anggota-dprd-sumut-mustofawiyah.html

Prof Sri Edi Swasono: Revolusi Mental Tidak Ada, Malah Presiden Angkat Anaknya Jadi Calon Walikota Solo


DEMOKRASI.CO.ID - Revolusi mental yang merupakan jargon Presiden Joko Widodo saat pemilihan presiden (Pilpres) 2014 lalu tidak terjadi hingga saat ini.

Hal itu disampaikan oleh Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Prof Dr Sri Edi Swasono saat menjadi narasumber di Bravos Radio Indonesia.

Menurut Prof Sri Edi, tidak adanya yang namanya revolusi mental. Bahkan, ia menyindir bahwa revolusi mental merupakan new normal. Istilah new normal sendiri baru muncul belakangan ini di tengah masa pandemik virus corona baru (Covid-19).

"Revolusi mentalnya gak ada, revolusi mental itu ternyata new normal, sekarang menjadi new upnormal, kan cilaka itu. Tahukah anda bawa yang disebut new normal ternyata adalah new upnormal?" ujar Prof Sri Edi Swasono seperti yang dikutip Kantor Berita Politik dari video yang diunggah di akun Youtube Bravos Radio Indonesia, Jumat (31/7).

Karena kata Prof Sri Edi, hingga saat ini masih banyaknya tindakan rasuah hingga mental dinasti kekuasaan.

"Jadi revolusi mental tidak ada. Mental korupsi tidak pernah hilang, mental berkuasa dinastis-isme tidak hilang," katanya.

Bahkan, Prof Sri Edi pun menyindir mental dinastiisme malah dilakukan oleh Presiden Jokowi sendiri karena putranya, Gibran Rakabuming Raka diusung untuk maju di Pilkada Solo 2020

"Kan tidak hilang dinasti-isme, malah Presiden sendiri anaknya diangkat untuk menjadi calon Walikota, itu kan gak pantas, jadi revolusi mental tidak terjadi," tegas Prof Sri Edi(rmol)


source https://www.demokrasi.co.id/2020/08/prof-sri-edi-swasono-revolusi-mental.html

Geser Inggris, Meksiko di Posisi Ke-3 Dunia Jumlah Korban Meninggal akibat Covid-19

Meksiko menggeser Inggris di posisi ketiga negara dengan kasus kematian terbanyak di dunia akibat Covid-19. Meksiko mengonfirmasi 46.688 korban meninggal.

source https://www.inews.id/news/internasional/geser-inggris-meksiko-di-posisi-ke-3-dunia-jumlah-korban-meninggal-akibat-covid-19

Geser Inggris, Meksiko di Posisi Ke-3 Dunia Jumlah Korban Meninggal akibat Covid-19

Meksiko menggeser Inggris di posisi ketiga negara dengan kasus kematian terbanyak di dunia akibat Covid-19. Meksiko mengonfirmasi 46.688 korban meninggal.

Sumber: IFTTT

Sembuh dari Covid-19, Presiden Brasil Bolsonaro: Apa yang Anda Takutkan, Hadapilah

Presiden Brasil Jair Bolsonaro menjadikan dirinya contoh bahwa virus corona tidak perlu ditakutkan. Dia berada di kelompok berisiko tinggi, namun bisa sembuh.

Sumber: IFTTT

Bima Arya: Teori Konspirasi Itu Khayalan, Pandemi Covid-19 Kenyataan

Bima Arya mengajak melawan teori konspirasi seputar penyebaran virus corona (Covid-19) pada Idul Adha kalli ini. Teori konspirasi Covid-19 ujian keimanan.

Sumber: IFTTT

Mantan Anggota DPRD Sumut Mustofawiyah Meninggal Di Lapas Tanjung Gusta


DEMOKRASI.CO.ID - Kabar duka dari datang dari mantan anggota DPRD Sumatera Utara Mustofawiyah Sitompul.

Dilaporkan Kantor Berita RMOLSumut, Politisi Partai Demokrat ini dikabarkan meninggal dunia saat menjalani hukumannya di Lapas Klas I Tanjung Gusta, Medan, Jumat (31/7).

Mustofawiyah divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 4 bulan kurungan dalam kasus suap dari Gatot Pujo Nugroho saat menjabat Gubernur Sumatera Utara.

Informasi beredar menyebutkan, Mustofawiyah disebut tiba-tiba drop pada Jumat pagi. Pihak lapas melarikannya ke RA Royal Prima namun nyawanya tidak terselamatkan.

Jenazah Mustofawiyah disemayamkan di rumah duka di Jalan STM/Jalan Suka Eka, Medan Johor.

Informasinya, pihak keluarga sudah mengebumikannya pada Jumat sore tadi.(rmol)


Sumber:https://ift.tt/3fmCDLI

Prof Sri Edi Swasono: Revolusi Mental Tidak Ada, Malah Presiden Angkat Anaknya Jadi Calon Walikota Solo


DEMOKRASI.CO.ID - Revolusi mental yang merupakan jargon Presiden Joko Widodo saat pemilihan presiden (Pilpres) 2014 lalu tidak terjadi hingga saat ini.

Hal itu disampaikan oleh Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Prof Dr Sri Edi Swasono saat menjadi narasumber di Bravos Radio Indonesia.

Menurut Prof Sri Edi, tidak adanya yang namanya revolusi mental. Bahkan, ia menyindir bahwa revolusi mental merupakan new normal. Istilah new normal sendiri baru muncul belakangan ini di tengah masa pandemik virus corona baru (Covid-19).

"Revolusi mentalnya gak ada, revolusi mental itu ternyata new normal, sekarang menjadi new upnormal, kan cilaka itu. Tahukah anda bawa yang disebut new normal ternyata adalah new upnormal?" ujar Prof Sri Edi Swasono seperti yang dikutip Kantor Berita Politik dari video yang diunggah di akun Youtube Bravos Radio Indonesia, Jumat (31/7).

Karena kata Prof Sri Edi, hingga saat ini masih banyaknya tindakan rasuah hingga mental dinasti kekuasaan.

"Jadi revolusi mental tidak ada. Mental korupsi tidak pernah hilang, mental berkuasa dinastis-isme tidak hilang," katanya.

Bahkan, Prof Sri Edi pun menyindir mental dinastiisme malah dilakukan oleh Presiden Jokowi sendiri karena putranya, Gibran Rakabuming Raka diusung untuk maju di Pilkada Solo 2020

"Kan tidak hilang dinasti-isme, malah Presiden sendiri anaknya diangkat untuk menjadi calon Walikota, itu kan gak pantas, jadi revolusi mental tidak terjadi," tegas Prof Sri Edi(rmol)


Sumber:https://ift.tt/33rQzlx

Sembuh dari Covid-19, Presiden Brasil Bolsonaro: Apa yang Anda Takutkan, Hadapilah

Presiden Brasil Jair Bolsonaro menjadikan dirinya contoh bahwa virus corona tidak perlu ditakutkan. Dia berada di kelompok berisiko tinggi, namun bisa sembuh.

source https://www.inews.id/news/internasional/sembuh-dari-covid-19-presiden-brasil-bolsonaro-apa-yang-anda-takutkan-hadapilah

Bima Arya: Teori Konspirasi Itu Khayalan, Pandemi Covid-19 Kenyataan

Bima Arya mengajak melawan teori konspirasi seputar penyebaran virus corona (Covid-19) pada Idul Adha kalli ini. Teori konspirasi Covid-19 ujian keimanan.

source https://www.inews.id/news/megapolitan/bima-arya-teori-konspirasi-itu-khayalan-pandemi-covid-19-kenyataan

Kendaraan Amfibi Marinir AS Tenggelam di Laut, 1 Tentara Tewas dan 8 Hilang

Kendaaan amfibi Marinir AS tenggelam saat latihan di laut. Tujuh marinir dan seorang personel AL AS hilang sementara delapan lainnya berhasil diselamatkan.

source https://www.inews.id/news/internasional/kendaraan-amfibi-marinir-as-tenggelam-di-laut-1-tentara-tewas-dan-8-hilang

Gus Im Adik Gus Dur Wafat, Sekjen PKB: Selamat Jalan Sang Pengasuh Generasi

Almarhum KH Wahid Hasyim (Gus Im) adalah sedikit dari tokoh NU yang mendidik anak-anak muda NU menjadi mengerti tentang negara. Almarhum pengasuh generasi.

source https://www.inews.id/news/nasional/gus-im-adik-gus-dur-wafat-sekjen-pkb-selamat-jalan-sang-pengasuh-generasi

Kendaraan Amfibi Marinir AS Tenggelam di Laut, 1 Tentara Tewas dan 8 Hilang

Kendaaan amfibi Marinir AS tenggelam saat latihan di laut. Tujuh marinir dan seorang personel AL AS hilang sementara delapan lainnya berhasil diselamatkan.

Sumber: IFTTT

Gus Im Adik Gus Dur Wafat, Sekjen PKB: Selamat Jalan Sang Pengasuh Generasi

Almarhum KH Wahid Hasyim (Gus Im) adalah sedikit dari tokoh NU yang mendidik anak-anak muda NU menjadi mengerti tentang negara. Almarhum pengasuh generasi.

Sumber: IFTTT

Seluruh Jemaah Rampungkan Ibadah Haji Tanpa Kendala

Seluruh jemaah merampungkan seluruh wajib haji pada Jumat. Mereka menyisakan ibadah lain dari rangkaian haji yang tak mengikat di Hari Tasyriq.

source https://www.inews.id/news/internasional/seluruh-jemaah-rampungkan-ibadah-haji-tanpa-kendala

Seluruh Jemaah Rampungkan Ibadah Haji Tanpa Kendala

Seluruh jemaah merampungkan seluruh wajib haji pada Jumat. Mereka menyisakan ibadah lain dari rangkaian haji yang tak mengikat di Hari Tasyriq.

Sumber: IFTTT

Adik Gus Dur, KH Hasyim Wahid Wafat

Adik almarhum KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dan KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah), KH Hasyim Wahid wafat pada Sabtu, 1 Agustus 2020 menjelang Subuh.

Sumber: IFTTT

Adik Gus Dur, KH Hasyim Wahid Wafat

Adik almarhum KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dan KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah), KH Hasyim Wahid wafat pada Sabtu, 1 Agustus 2020 menjelang Subuh.

source https://www.inews.id/news/nasional/adik-gus-dur-kh-hasyim-wahid-wafat

Ratusan Anak Peserta Kemah Musim Panas di AS Terinfeksi Virus Corona

Ratusan anak-anak di Amerika Serikat peserta kemah musim panas terinfeksi virus corona. Mereka mengabaikan saran untuk menggunakan masker selama acara.

source https://www.inews.id/news/internasional/ratusan-anak-peserta-kemah-musim-panas-di-as-terinfeksi-virus-corona

Ganjil Genap Senin 3 Agustus Berlaku Penuh

Dishub DKI menegaskan penerapan kembali kebijakan ganjil genap pada Senin, 3 Agustus 2020 tak lagi uji coba melainkan operasional penuh.

source https://www.inews.id/news/megapolitan/ganjil-genap-senin-3-agustus-berlaku-penuh

WHO: Dampak Pandemi Virus Corona Berlangsung Puluhan Tahun

Bos WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengingatkan pandemi virus corona merupakan krisis kesehatan global yang dampaknya bisa dirasakan hingga puluhan tahun.

source https://www.inews.id/news/internasional/who-dampak-pandemi-virus-corona-berlangsung-puluhan-tahun

HUT RI ke-75 saat Pandemi, Pemkot Bogor Tetap Gelar Festival Merah Putih

Festival tetap digelar di tengah pandemo Covid-19 dengan memperhatikan protokol kesehatan ketat. Sebagian acara dilakukan secara virtual.

source https://www.inews.id/news/megapolitan/hut-ri-ke-75-saat-pandemi-pemkot-bogor-tetap-gelar-festival-merah-putih

Kamis, 30 Juli 2020

Sekjen Perindo: Semoga Pemerintah Makin Sensitif Terhadap Masyarakat Yang Kian Terhimpit


DEMOKRASI.CO.ID - Hari Raya Idul Adha tahun ini harus dijadikan momentum bagi pemerintah untuk lebih sensitif terhadap situasi kehidupan sosial ekonomi di tengah Pandemik Covid-19.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Perindo, Ahmad Rofiq mengatakan, perayaan Idul Adha di tengah Covid-19 menjadi tantangan sekaligus ujian bagi umat muslim di dunia.

"Disaat susah dan dalam suasana keterbatasan harus tetap berbagi. Karena sebaik-baik kurban adalah disaat kita semua dalam ujian berat. Tentu ini dalam rangka meningkatkan ketaqwaan kepada Allah dan sekaligus mengasah jiwa kemanusiaan pada setiap orang," ujar Ahmad Rofiq kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (31/7).

Selain itu kata Rofiq, Idul Adha kali ini juga menjadi ajang untuk introspeksi diri bagi semuanya. Bahwa, tidak ada kekuatan yang lebih besar kecuali Allah SWT.

"Semua harus berserah diri dan memperbaiki setiap perilaku agar Allah mengampuni semua dosa-dosa dan mencabut virus ini dari muka bumi," jelasnya.

Tak hanya itu, Rofiq pun berharap pemerintah juga semakin sensitif terhadap situasi kehidupan sosial ekonomi di tengah Pandemik Covid-19 ini.

"Kita juga berharap pemerintah semakin sensitif terhadap situasi kehidupan sosial ekonomi hari ini, memperhatikan nasib kalangan masyarakat yang semakin terhimpit situasi. Semoga berkah melimpah untuk Indonesia. Aamiin," pungkasnya. (Rmol)


source https://www.demokrasi.co.id/2020/07/sekjen-perindo-semoga-pemerintah-makin.html

Menko Polhukam Tak Kaget, Penangkapan Djoko Tjandra Perintah Presiden


DEMOKRASI.CO.ID - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud M.D. mengaku tak kaget buronan kasus Cessie Bank Bali Djoko Tjandra akhirnya ditangkap Kepolisian RI di Malaysia.

”Saya tidak kaget karena operasi ini dirancang sejak 20 Juli. Jadi 20 Juli lalu, saya mau mengadakan rapat lintas kementerian dan aparat penegak hukum untuk buat rencana operasi penangkapan,” kata Mahfud seperti dilansir dari Antara, Jumat (31/7) dini hari.

Tetapi sebelum rapat berlangsung, lanjut dia, Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo datang ke kantornya menyatakan kepolisian sudah menyiapkan sebuah operasi penangkapan. Pada waktu itu, Indonesia Police Watch (IPW) dan banyak pihak mengusulkan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghubungi Pemerintah Malaysia untuk menyerahkan Djoko Tjandra.
”Tetapi waktu itu, Pak Listyo meyakinkan kami tidak usah G to G. Namun, cukup police to police. Kabareskrim pun berangkat pada malam itu,” kata Mahfud.

Skenario itu, lanjut Mahfud, hanya diketahui dua orang lain selain dirinya, yaitu Kapolri Jenderal Pol Idham Azis dan Presiden Jokowi. Proses selanjutnya, menyerahkannya ke Mahkamah Agung. Sehingga dia, termasuk Presiden Jokowi, polisi, serta jaksa tidak bisa ikut campur dalam proses penyelidikan dan penyidikan.

”Ini sudah ranah MA. Polisi, jaksa tak bisa ikut campur. Pengawasan masyarakat, pelototan masyarakat sekarang sangat efektif untuk awasi dunia peradilan,” kata Mahfud.

Sementara itu, Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan, penangkapan Djoko Soegiarto Tjandra merupakan instruksi langsung Presiden Joko Widodo kepada Kapolri Jenderal Pol Idham Azis. “Bapak Presiden memerintahkan untuk mencari keberadaan Djoko Tjandra di manapun berada untuk segera ditangkap dan dituntaskan,” kata Sigit.

Atas instruksi Presiden Jokowi tersebut, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis membentuk Tim Khusus Bareskrim untuk mencari keberadaan Djoko Tjandra. Setelah diselidiki, Tim Khusus mengendus keberadaan Djoko di Malaysia. Kemudian Kapolri Idham mengirimkan surat kepada Polisi Diraja Malaysia (PDRM).

”Kapolri mengirim surat ke Polisi Diraja Malaysia untuk bersama-sama mencari. Didapat info keberadaan yang bersangkutan, target bisa diketahui,” tutur Sigit.

Penyidik Bareskrim kemudian pada Kamis (30/7) sore terbang ke Malaysia dan menangkap Djoko Tjandra. Sebelumnya, kabar penangkapan Djoko Tjandra ini tersebar tak lama setelah kepolisian mengumumkan penetapan tersangka terhadap Anita Dewi Anggraeni Kolopaking dalam kasus surat jalan palsu. Anita adalah salah satu kuasa hukum Djoko Tjandra.

Dalam penetapan tersangka itu, Anita Kolopaking disangkakan dengan pasal 263 (2) dan pasal 223 KUHP. Anita menjadi tersangka menyusul Brigjen Pol Prasetijo Utomo yang sudah berstatus tersangka terlebih dahulu. Keduanya diduga telah membantu Djoko dalam upaya pelarian selama ini.[jpc]


source https://www.demokrasi.co.id/2020/07/menko-polhukam-tak-kaget-penangkapan.html

Terimakasih Polisi Diraja Malaysia Yang Sudah Bantu Indonesia Tangkap Djoko Tjandra


DEMOKRASI.CO.ID - Berakhirlah pelarian panjang Djoko Tjandra selama belasan tahun.

Kamis malam (30/7), ia tiba di tanah air digelandang tim dari Bareskrim Polri.

Penangkapan Djoko Tjandra yang sembunyi di Malaysia, dilakukan oleh Polisi Diraja Malaysia.

Setelah berhasil ditangkap oleh Polisi Diraja Malaysia, baru diserahkan kepada Tim Bareskrim Polri yang sudah tiba di Kuala Lumpur untuk membawa pulang Djoko Tjandra ke Indonesia.

Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo menerangkan, penangkapan Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra di Malaysia melalui proses handing over. Yaitu Djoko Tjandra diamankan terlebih dahulu oleh Kepolisian Diraja Malaysia baru diserahkan ke Polri.

"Jadi prosesnya namanya handing over, jadi begitu bisa diamankan oleh rekan-rekan Polisi Diraja Malaysia selanjutnya langsung diserahkan ke kita," ujar Listyo di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (30/7).

Sudah selayaknya Indonesia berterimakasih kepada Pemerintah Malaysia, khususnya kepada Polisi Diraja Malaysia atas kontribusi mereka melakukan penangkapan Djoko Tjandra yang membuat heboh di Indonesia.

Terlebih atas kecanggihannya bisa mendapat 2 surat sekaligus dari Bareskrim Polri, yaitu surat jalan ke Pontianak dan surat bebas Covid-19, di mana tes swab dilakukan di ruang kerja Brigjen Prasetijo Utomo.

Kerja sama dan bantuan Polisi Diraja Malaysia untuk Polri bukan baru sekarang dilakukan.

Tapi sudah sejak lama.

Utamanya sejak Indonesia gencar melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap pelaku pelaku aksi terorisme. Semisal Noordin M. Top. (Rmol)


source https://www.demokrasi.co.id/2020/07/terimakasih-polisi-diraja-malaysia-yang.html

Erdogan: Tahun ini Kami Merayakan Idul Adha Dengan Kesedihan Karena Kuota Haji Terbatas


DEMOKRASI.CO.ID - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam pesan Idul Adha memuji perjuangan dan pengorbanan negara itu dalam menghadapi pandemik virus corona. Ia juga mengungkapkan rasa sedihnya mengingat Idul Adha kali ini harus dilewati di tengah pandemik virus corona.

Erdogan berharap Idul Adha kali ini mampu membawa ketenangan bagi dunia yang kini sedang dilanda berbagai macam krisis. Selain itu Erdogan mendesak warganya untuk tetap mematuhi aturan kesehatan selama perayaan.

“Saya berharap Idul Adha dapat membawa ketenangan ke hati kita, kesejahteraan bagi negara kita dan kedamaian bagi dunia kita. Eid Mubarak!" kata Erdogan lewat video yang dibagikan di media sosial.

“Kami bersyukur kepada Allah, yang memungkinkan kami merayakan Idul Adha kali ini. Saya berdoa kepada Allah agar hari-hari suci ini akan membawa hasil yang baik bagi bangsa kita, dunia Islam, dan seluruh umat manusia,” katanya, seperti dikutip dari AA, Jumat (31/7).

Erdogan menyesalkan karena perayaan Idul Adha kali ini harus dilewati dalam suasana penuh kesedihan merujuk pada kuota ibadah haji yang harus dibatasi karena pandemik.

"Sayangnya, tahun ini kami merayakan Idul Adha dengan kesedihan karena haji akan dipenuhi secara terbatas karena pandemik virus corona. InsyaAllah, tahun depan, jutaan umat Islam akan kembali berangkat ke Kabah Suci dan tanah suci dengan cinta, antusiasme, dan sukacita," ungkapnya.

Turki sejauh ini mengkonfirmasi 228.924 kasus virus, 212.557 di antaranya telah pulih.[rmol]


source https://www.demokrasi.co.id/2020/07/erdogan-tahun-ini-kami-merayakan-idul.html

Momen Idul Adha, Anies Ajak Masyarakat Teladani Ketangguhan Keluarga Nabi Ibrahim


DEMOKRASI.CO.ID - Perayaan hari raya Idul Adha tahun ini sangat terasa berbeda dari sebelumnya lantaran virus corona baru atau Covid-19 masih mewabah di Indonesia, termasuk Ibukota Jakarta.   

Namun demikian, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menjelaskan, tetap ada banyak hikmah dan keteladanan yang dapat diambil dari momen Idul Adha. Salah satunya tentang ketabahan dan ketangguhan dari keluarga Nabi Ibrahim AS.

"Peristiwa yang kita rayakan, adalah peristiwa tentang ketangguhan. Ketika Siti Hawa yang berlari dari Shafa ke Marwah, kemudian ketika perintah untuk menyembelih Ismail AS diterima oleh Nabi Ibrahim AS. Ini semua adalah kisah tentang keluarga tangguh," ujar Anies lewat video di Channel YouTube Pemprov DKI, Jumat (31/7).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu melanjutkan, ketangguhan itulah yang seharusnya juga dimiliki setiap keluarga di Jakarta dalam menghadapi pandemik Covid-19 ini.

"Mari kita ambil hikmahnya. Sekaligus kita tunjukkan bahwa keluarga-keluarga kita adalah seperti keluarga Nabi Ibrahim AS," tutur Anies.

"Yakni keluarga yang tangguh, keluarga yang ulet, keluarga yang siap dalam menjalani tantangan-tantangan yang tidak ringan," tutup orang nomor satu di Jakarta itu.[rmol]


source https://www.demokrasi.co.id/2020/07/momen-idul-adha-anies-ajak-masyarakat.html

KPK Masih Yakin Harun Masiku Ada Di Dalam Negeri l


DEMOKRASI.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meyakini buronan Harun Masiku yang merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait pergantian anggota DPR RI terpilih 2019-2024 Fraksi PDIP Dapil Sumsel 1 masih berada di Indonesia.

Keyakinan itu disampaikan langsung Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata menanggapi perkembangan pencarian Harun Masiku.

Harun menghilang sejak ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis (9/1) bersama Wahyu Setiawan selaku Komisioner KPU RI, dan dua mantan Caleg PDIP Saeful Bahri dan Agustiani Tio Fridelina.

“Apakah ada red notice? Ya karena diduga yang bersangkutan (Harun) masih di dalam negeri, kita belum meminta interpol untuk mengeluarkan red notice kepada yang bersangkutan," kata Alex kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (30/7) malam.

Namun demikian, kata Alex, pihaknya masih meminta kepada Polri untuk membantu KPK menangkap Harun Masiku.

"Tapi masih kita meminta pada pihak Polri dengan surat DPO tadi untuk membantu KPK mencari dan menemukan yang bersangkutan (Harun) menangkap yang bersangkutan," pungkas Alex.[rmol]


source https://www.demokrasi.co.id/2020/07/kpk-masih-yakin-harun-masiku-ada-di.html

Viral Mahasiswa Predator Fetish Pocong Berkedok Riset, Pakar: Pelecehan Seksual


DEMOKRASI.CO.ID - Sebuah unggahan pengakuan korban terkait kasus fetish pocong (kain jarik) berkedok riset akademik, viral di media sosial. Ilmuwan Psikologi Benny Prawira mengungkap aksi pelaku termasuk dalam kategori pelecehan seksual.
"Sebenarnya itu ada unsur pelecehan seksual ya," ujar Benny ketika dihubungi detikcom, Kamis (30/7/2020).

Bentuk pelecehannya, kata Benny, yakni pelaku memaksakan kehendak dan meminta korban menuruti arahannya, termasuk saat mengikat diri sendiri dengan lakban serta membungkus dengan kain jarik. Selain itu, cara pelaku memanipulasi aksinya dengan berdalih 'riset akademik' juga turut disoroti.


"Tapi kalau dia sampai manipulasi orang dengan bilang itu (fetish kain jarik) riset itu kan sudah nggak etis," imbuh Benny.

Benny mengungkapkan lebih dalam fetish pocong ini. Menurutnya, pelaku terangsang karena reaksi meronta-ronta yang dikeluarkan korban ketika dalam kondisi terikat dan terbungkus kain jarik.

"Seluruh situasi yang ada ketika dia (korban) diikat, dia (korban) dikasih kain, dia kelihatan menunjukkan ada meronta-ronta tertentu gitu nah itu, seluruh situasi Itu yang membuat dia terangsang. Jadi bukan sekadar objeknya (kain jarik) aja, obyeknya adalah situasi (korban meronta), bukan sekedar kain jarik nya aja," sebut Benny.

Benny belum bisa menyimpulkan apakah pribadi yang memiliki fetish pocong ini merupakan gangguan festishtic. Hal tersebut, kata Benny, perlu riset mendalam serta membutuhkan keterangan dari pelaku langsung.

Sementara itu, Psikolog Klinis Ciputra Medical Center, Christina Tedja, menyebut fetish kain jarik termasuk ke dalam kategori Paraphilias. Definisi paraphilias adalah perasaan seksual atau perilaku yang melibatkan penderitaan atau siksaan oleh satu atau kedua pasangan.

"Sejauh ini paraphilia masuk kedalam DSM V (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders V ) yang menjadi acuan gangguan mental," tuturnya.

Menurutnya, pengidap fetish pocong ini dapat diobati. Salah satunya dengan psikoterapi.

"Biasa akan dibantu dengan bantuan obat guna untuk mengontrol impuls dalam melakukannya," tutupnya.

Diketahui, Sang predator diketahui bernama Gilang yang merupakan mahasiswa angkatan 2015 semester 10 di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Korban rata-rata berjenis kelamin pria dan berstatus sebagai mahasiswa baru.

Pelaku meminta para korbannya untuk mengikat dengan lakban, termasuk bagian mata dan mulut. Setelahnya, korban dibungkus kain jarik dan diikat kembali dengan tali rafia. Foto dan video korban yang dalam kondisi terbungkus ini disimpan dan dikonsumsi pelaku untuk memenuhi hasrat seksualnya.(dtk)


source https://www.demokrasi.co.id/2020/07/viral-mahasiswa-predator-fetish-pocong.html

Didampingi Putra Mahkota, Raja Salman Keluar Dari Rumah Sakit


DEMOKRASI.CO.ID - Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud meninggalkan Rumah Sakit Spesialis Raja Faisal di Riyadh setelah kondisinya pulih.

Awal pekan lalu, Senin (20/7), Raja Salman dilarikan ke rumah sakit karena menderita radang kandung empedu. Pada pekan yang sama, ia menjalani operasi laparoscopic atau pengangkatan kandung empedu.

Dalam sebuah video yang dirilis Saudi Press Agency pada Kamis (30/7), Raja Salman terlihat mantap keluar dari rumah sakit, diikuti oleh beberapa pembantu dan putranya, Putra Mahkota Mohammed bin Salman yang mengenakan masker.

Seperti biasanya, Sang Pencaga Dua Masjid Suci tersebut berjalan menggunakan tongkat. 

Meski dirawat di rumah sakit, raja berusia 84 tahun tersebut tampak masih bekerja. Sebuah video yang disiarkan oleh media pemerintah memperlihatkannya sedang membaca dan membuka dokumen.
Sehari setelah dirawat pun, Selasa malam (21/7), ia dilaporkan masih memimpin pertemuan kabinet melalui daring.

Berbagai pemimpin dunia, tak terkecuali Presiden Joko Widodo sempat menyampaikan doa kesembuhan bagi Raja Salman. (Rmol)


source https://www.demokrasi.co.id/2020/07/didampingi-putra-mahkota-raja-salman.html

Akui Dapat Informasi Keberadaan Harun Masiku, Alex Marwata: Tinggal Menunggu Waktu Saja


DEMOKRASI.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku sempat ada masyarakat yang memberikan informasi keberadaan buronan Harun Masiku yang merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait pergantian anggota DPR RI terpilih mewakili PDIP Dapil Sumsel 1.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih melakukan pengejaran untuk menangkap Harun Masiku yang telah ditetapkan sebagai tersangka pada awal tahun 2020 bersama Wahyu Setiawan selaku Komisioner KPU RI, dan dua mantan caleg PDIP Saeful Bahri dan Agustiani Tio Fridelina.

"Ini kita tetap melakukan pengejaran terkait dengan informasi masyarakat yang disampaikan (kepada) KPK, itu kita tindaklanjuti," ujar Alexander Marwata kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (30/7).

Alex pun mengungkapkan, bahwa pihaknya mendapatkan informasi keberadaan Harun disuatu tempat. Bahkan, masyarakat yang melaporkan keberadaan tersangka memberikan beberapa nomor handphone.

"Kemarin misalnya ada yang menyampaikan HM (Harun Masiku) itu di satu tempat dan memberikan beberapa nomor HP, ya kemudian kita ikuti," ungkap Alex.

Namun demikian sambung Alex, hingga saat ini pencarian yang dilakukan KPK dengan bantuan Polri belum membuahkan hasil.

Sampai sekarang belum memberikan hasil, ya artinya HM belum tertangkap, itu semata-mata karena faktor teknis saja. Kita pun sebenarnya sudah berkoordinasi dengan Polri ya, yang bersangkutan (Harun) sudah ditetapkan sebagai DPO," jelasnya.

"Jadi tidak hanya KPK yang mengejar sekarang, tapi dari pihak Polri pun itu ikut membantu KPK untuk melakukan penangkapan terhadap yang bersangkutan, ya tinggal tunggu waktu saja," pungkas Alex. .(rmol)


source https://www.demokrasi.co.id/2020/07/akui-dapat-informasi-keberadaan-harun.html

Presiden Brasil Jair Bolsonaro Sembuh, Kini Giliran Istri Terinfeksi Covid-19

Istri Presiden Jair Bolsonaro yang juga Ibu Negara Brasil, Michelle Bolsonaro, dinyatakan positif terinfeksi Covid-19, Kamis (30/7/2020).

source https://www.inews.id/news/internasional/presiden-brasil-jair-bolsonaro-sembuh-kini-giliran-istri-terinfeksi-covid-19

Jokowi dan Keluarga Salat Idul Adha di Halaman Wisma Bayurini Istana Bogor

Khatib Salat Idul Adha di Istana Bogor menyampaikan pesan tentang berkurban merupakan pesan kehidupan Nabi Ibrahim.

source https://www.inews.id/news/nasional/jokowi-dan-keluarga-salat-idul-adha-di-halaman-wisma-bayurini-istana-bogor

3 Hari Berturut-turut, Lebih dari 1.200 Pasien Covid-19 Meninggal di AS dalam 24 Jam

Amerika Serikat mengonfirmasi 1.379 kematian baru akibat wabah virus corona (Covid-19) dalam 24 jam terakhir.

source https://www.inews.id/news/internasional/3-hari-berturut-turut-lebih-dari-1200-pasien-covid-19-meninggal-di-as-dalam-24-jam

Presiden Brasil Jair Bolsonaro Sembuh, Kini Giliran Istri Terinfeksi Covid-19

Istri Presiden Jair Bolsonaro yang juga Ibu Negara Brasil, Michelle Bolsonaro, dinyatakan positif terinfeksi Covid-19, Kamis (30/7/2020).

Sumber: IFTTT

Jokowi dan Keluarga Salat Idul Adha di Halaman Wisma Bayurini Istana Bogor

Khatib Salat Idul Adha di Istana Bogor menyampaikan pesan tentang berkurban merupakan pesan kehidupan Nabi Ibrahim.

Sumber: IFTTT

3 Hari Berturut-turut, Lebih dari 1.200 Pasien Covid-19 Meninggal di AS dalam 24 Jam

Amerika Serikat mengonfirmasi 1.379 kematian baru akibat wabah virus corona (Covid-19) dalam 24 jam terakhir.

Sumber: IFTTT

Akui Dapat Informasi Keberadaan Harun Masiku, Alex Marwata: Tinggal Menunggu Waktu Saja


DEMOKRASI.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku sempat ada masyarakat yang memberikan informasi keberadaan buronan Harun Masiku yang merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait pergantian anggota DPR RI terpilih mewakili PDIP Dapil Sumsel 1.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih melakukan pengejaran untuk menangkap Harun Masiku yang telah ditetapkan sebagai tersangka pada awal tahun 2020 bersama Wahyu Setiawan selaku Komisioner KPU RI, dan dua mantan caleg PDIP Saeful Bahri dan Agustiani Tio Fridelina.

"Ini kita tetap melakukan pengejaran terkait dengan informasi masyarakat yang disampaikan (kepada) KPK, itu kita tindaklanjuti," ujar Alexander Marwata kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (30/7).

Alex pun mengungkapkan, bahwa pihaknya mendapatkan informasi keberadaan Harun disuatu tempat. Bahkan, masyarakat yang melaporkan keberadaan tersangka memberikan beberapa nomor handphone.

"Kemarin misalnya ada yang menyampaikan HM (Harun Masiku) itu di satu tempat dan memberikan beberapa nomor HP, ya kemudian kita ikuti," ungkap Alex.

Namun demikian sambung Alex, hingga saat ini pencarian yang dilakukan KPK dengan bantuan Polri belum membuahkan hasil.

Sampai sekarang belum memberikan hasil, ya artinya HM belum tertangkap, itu semata-mata karena faktor teknis saja. Kita pun sebenarnya sudah berkoordinasi dengan Polri ya, yang bersangkutan (Harun) sudah ditetapkan sebagai DPO," jelasnya.

"Jadi tidak hanya KPK yang mengejar sekarang, tapi dari pihak Polri pun itu ikut membantu KPK untuk melakukan penangkapan terhadap yang bersangkutan, ya tinggal tunggu waktu saja," pungkas Alex. .(rmol)


Sumber:https://ift.tt/2P9ekpM

Usai Salat Idul Adha di Rumah Dinas, Wapres Ma'ruf Amin Lanjut ke Ponpes An Nawawi

Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin melaksanakan salat Idul Adha di rumah dinas, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta Pusat, Jumat (31/7/2020).

source https://www.inews.id/news/nasional/usai-salat-idul-adha-di-rumah-dinas-wapres-maruf-amin-lanjut-ke-ponpes-an-nawawi

Usai Salat Idul Adha di Rumah Dinas, Wapres Ma'ruf Amin Lanjut ke Ponpes An Nawawi

Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin melaksanakan salat Idul Adha di rumah dinas, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta Pusat, Jumat (31/7/2020).

Sumber: IFTTT

Studi: Balita Bisa Jadi Pembawa Covid-19 Tingkat Tinggi daripada Orang Dewasa

Hasil studi: balita memiliki materi genetik virus corona dengan tingkat 10 hingga 100 kali lebih tinggi dalam hidung mereka dibandingkan dengan orang dewasa.

source https://www.inews.id/news/internasional/studi-balita-bisa-jadi-pembawa-covid-19-tingkat-tinggi-daripada-orang-dewasa

Studi: Balita Bisa Jadi Pembawa Covid-19 Tingkat Tinggi daripada Orang Dewasa

Hasil studi: balita memiliki materi genetik virus corona dengan tingkat 10 hingga 100 kali lebih tinggi dalam hidung mereka dibandingkan dengan orang dewasa.

Sumber: IFTTT

Raja Salman Keluar dari Rumah Sakit

Penguasa Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz, telah meninggalkan rumah sakit pada Kamis (30/7/2020) waktu setempat, setelah tinggal 10 hari dirawat.

source https://www.inews.id/news/internasional/raja-salman-keluar-dari-rumah-sakit

Idul Adha saat Pandemi Covid-19: Jokowi Salat di Bogor, Ma'ruf Amin di Rumah Dinas

Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta keluarga akan melaksanakan Salat Idul Adha di Bogor pada Jumat (31/7/2020).

source https://www.inews.id/news/nasional/idul-adha-saat-pandemi-covid-19-jokowi-salat-di-bogor-maruf-amin-di-rumah-dinas

Ingat, Tak Ada Salat Idul Adha di Masjid Istiqlal Hari Ini

Keputusan ini diambil karena alasan kesehatan. Masyarakat diminta tetap memperhatikan protokol kesehatan.

source https://www.inews.id/news/megapolitan/ingat-tak-ada-salat-idul-adha-di-masjid-istiqlal-hari-ini

Rabu, 29 Juli 2020

Saiful Anam: Dugaan Achmad Purnomo "Dicovidkan" Makin Terang Benderang


DEMOKRASI.CO.ID - Dugaan Wakil Walikota Solo, Achmad Purnomo sengaja “dicovidkan” agar tidak bermanuver semakin menguat. Setidaknya penguatan dugaan itu terjadi setelah yang bersangkutan negatif Covid-19 usai menjalani test swab mandiri.

Begitu kata pakar politik dan hukum dari Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (30/7).

"Semakin terang benderang dugaan Purnomo dicovidkan makin terlihat jelas,” ujarnya.

“Apa buktinya? Masak hanya beberapa hari langsung negatif? Dan Swab terakhir dilakukan secara mandiri dan hasilnya negatif," sambung Saiful Anam.

Setidaknya ada dua kemungkinan yang bisa terjadi. Pertama, hasil tes awal Purnomo sengaja dipositifkan oleh pihak tertentu. Atau terjadi opsi kedua, yaitu hasil swab yang dilakukan tidak akurat.

Namun demikian, Saiful mengaku melihat adanya kejanggalan karena secara cepat, Purnomo melakukan tes mandiri. Sehingga, Purnomo diduga tidak meyakini hasil yang menyatakan dia reaktif Covid-19.

Artinya dia sudah tidak percaya lagi dengan hasil swab yang dilakukan sebelumnya, sehingga melakukannya secara mandiri," pungkas Saiful.

Dugaan Saiful, Purnomo “dicovidkan” agar Purnomo tidak melakukan gerilya ke partai politik lain setelah rekomendasi PDIP direbut oleh putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka untuk Pilkada Kota Solo 2020. (Rmol)


source https://www.demokrasi.co.id/2020/07/saiful-anam-dugaan-achmad-purnomo-makin.html

Sastrawan Sunda Ajip Rosidi Tutup Usia


DEMOKRASI.CO.ID - Kabar duka kembali menyelimuti tanah air. Sastrawan sekaligus budayawan Indonesia Ajip Rosidi tutup usia sekitar pukul 22.30 WIB, Rabu (29/7).

Ajip meninggal dalam perawatan pascaoperasi di RSUD Tidar Kota Magelang, Jawa Tengah.

Tepat di usia 82 tahun, sastrawan yang turut mekestarikan budaya Sunda itu meninggal dunia. Kabar duka tersebut dibenarkan oleh pihak keluarga.

"Betul, saya sedang 'ke sana ke mari' (mengurus segala sesuatu) ini," ujar salah seorang anak Ajip Rosidi, Nundang Rundagi, yang dikonfirmasi wartawan.

Ajip Rosidi sebelumnya menjalani perawatan dan operasi di RSUD Tidar Kota Magelang, karena sakit yang dideritanya sejak seminggu terakhir.

Sakit itu dikabarkan akibat terjatuh di rumah anaknya di kawasan Pabelan, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Nundang mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut ihwal rencana pemakaman almarhum lantaran dirinya masih sibuk mengurus jenazah sang ayah tersebut.

Sekadar informasi, Ajib Rosidi, sastrawan yang juga budayawan asal dari Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat itu, menaruh minat besar terhadap perkembangan bahasa dan sastra Sunda.

Ia telah menghasilkan ratusan karya dalam bentuk buku maupun publikasi tulisan-tulisanya tersebut.

Ajip Rosidi pun mendapat gelar doktor kehormatan, honoris causa, di bidang ilmu budaya dari Universitas Padjadjaran pada 2011 silam. (Rmol)


source https://www.demokrasi.co.id/2020/07/sastrawan-sunda-ajip-rosidi-tutup-usia.html

PK Djoko Tjandra Ditolak PN Jaksel, Begini Kata Kuasa Hukum


DEMOKRASI.CO.ID - Pengajuan permohonan peninjauan kembali (PK) yang diajukan Djoko Soegiarto Tjandra ditolak Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kuasa hukum Djoko Tjandra, Andi Patra Kusuma heran, karena dalam amar putusan tidak diterimanya PK itu salah satu pertimbangan dalam memutuskan permohonan PK Djoko Tjandra mengacu pada Sema 01/2012 tentang pengajuan Permohonan Peninjauan Kembali,

Dalam pertaruran itu, peninjauan kembali perkara pidana hanya dapat diajukan oleh terpidana sendiri atau ahli warisnya.

“Berdasarkan tanggapan Jaksa tersebut saya tarik kesimpulan bahwa Jaksa paham betul siapa yang berhak mengajukan PK, tapi kok tahun 2009 Jaksa mengajukan PK? Padahal bukan terpidana dan juga bukan ahli waris. Anehnya lagi pengadilan dan MA mengabulkan,” kata Andi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (29/7).

Dengan begitu, Andi berpendapat, langkah Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang mengajukan PK kepada Mahkamah Agung (MA) terhadap Djoko inkonstitusional jika mengacu kepada pasal 263 ayat (1) KUHAP yang berbunyi “Terhadap putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, kecuali putusan bebas atau lepas dari segala tuntutan, terpidana atau ahli warisnya dapat mengajukan permintaan Peninjauan Kembali kepada Mahkamah Agung.

Dengan begitu, Andi menambahkan, jika merujuk kepada asas legalitas dalam fungsi nagatif yang terkandung dalam pasal 3 KUHAP, maka pasal 263 ayat (1) bermakna bahwa Jaksa dilarang mengajukan Peninjauan Kembali (PK) terhadap putusan bebas atau lepas dari tuntutan hukum.

“Namun dua hal tersebut dilanggar oleh Jaksa,” tandas Andi.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sebelumnya, memutuskan Djoko bebas dari tuntutan. Kemudian, Oktober 2008 Kejaksaan mengajukan PK ke Mahkamah Agung lalu menerima dan menyatakan Djoko Tjandra bersalah.

Andi mengungkap, bahwa dalam putusan Kasasi yang dikeluarkan oleh Mahkamah Agung junto Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kliennya dilepas dari segala tuntutan hukum (onstlag van rechtsvervolging), sedangkan dalam putusan PK, Djoko Tjandra dihukum pidana penjara selama 2 tahun.

“Hal ini berarti bahwa putusan PK yang diajukan oleh JPU melebihi pidana yang telah dijatuhkan dalam putusan semula, dan dengan demikian Putusan PK No 12 PK/Pid.Sus/2009 tanggal 11 Juni 2009 melanggar pasal 266 ayat (3) KUHAP,” demikian Andi. (Rmol)


source https://www.demokrasi.co.id/2020/07/pk-djoko-tjandra-ditolak-pn-jaksel.html

Dua Ormas Bentrok Karena Buku Nikah Tak Kunjung Selesai


DEMOKRASI.CO.ID - Kapolsek Tanjungbintang AKP Talen Hapis ikut melerai bentrok antarkelompok massa di Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (29/7) sekira pukul 11.30 WIB.

LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) bentrok dengan Ormas Pemuda Pancasila setempat dipicu buku nikah seseorang yang tak selesai di Kantor KUA Tanjung bintang sejak 2012.

Kapolsek AKP Talen Hapis ikut membubarkan massa. Kepolisian juga membawa beberapa anggota LSM GMBI untuk dimintai keterangan ke Polsek Tanjungbintang.

"Hingga pukul 22.00 WIB, beberapa anggota LSM GMBI masih dimintai keterangan," kata Kaditpamprov GMBI Lampung Ipung kepada Kantor Berita RMOLLampung.

Dikatakan Ipung, Kapolsek AKP Talen Hapis tak mengalami luka akibat peristiwa tersebut seperti pemberitaan sejumlah media massa.

Ipung mengirimkan video kepada Kantor Berita RMOLLampung ketika AKP Talen Hapis sedang menguasai keadaan saat peristiwa tersebut.

“Saya sudah kordinasi dengan Jatanras Polda Lampung dan Polres Lampung Selatan atas peristiwa tersebut,” ujarnya sambil terus memantau pemeriksaan terhadap anak buahnya di Polsek Tanjungbintang.

Dikabatkan juga, ada dua anggota Ormas Pemuda Pancasila mengalami luka bagian hidung akibat bentrokan di Lapangan Sri Tanjung, Kecamatan Tanjungbintang itu.

Menurut warga, bentrokan berawal dari tak kunjung keluarnya buku nikah seorang warga Desa Wawasan, Kecamatan Tanjungsari oleh Kantor KUA sejak 2012.

Permasalahannya akhirnya diselesaikan oleh petugas di dalam Kantor KUA. Namun, entah kenapa, saat keluar kantor, massa GMBI gelar orasi bernada provokasi.

Sementara di lokasi yang berdekatan, ada ormas Pemuda Pancasila yang jadi ikut tersulut emosi. Susana jadi panas hingga terjadilah gesekan tersebut.

Polres Lampung Selatan turun menguasai keadaan. Mereka berjaga-jaga agar tak terjadi bentrok susulan di sekitar lokasi peristiwa. (Rmol)


source https://www.demokrasi.co.id/2020/07/dua-ormas-bentrok-karena-buku-nikah-tak.html

Haris Rusli Moti: Di Era Jokowi Tak Ada Lagi Rahasia Negara


DEMOKRASI.CO.ID - Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) 79/2020 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden 90/2012 tentang Badan Intelijen Negara (BIN).

Di dalam Perpres tersebut ada ketentuan baru yakni penambahan struktur di dalam organisasi BIN.

Sebelumnya hanya berjumlah 19 struktur, kini menjadi 20 struktur. Satu struktur baru di BIN adalah Deputi Intelijen Pengamanan Aparatur yang diatur di dalan Perpres 79/2020 pasal 5 huruf K.

Eksponen gerakan mahasiswa 1998, Haris Rusly Moti menyoroti serius pengumuman penambahan struktur di BIN oleh Presiden Jokowi tersebut.

Menurutnya, era pemerintahan Jokowi saat ini, Indonesia sebagai sebuah negara seperti tidak punya rahasia yang harus disembunyikan.

"Sobat, di negeri ini di (era) Jokowi tak ada lagi rahasia negara. Padahal kekuatan sebuah negara terletak pada aspek strategis yang dirahasiakan," ujar Haris Moti di akun Twitternya, Rabu (29/7).

Sebagai lembaga intelijen, kata dia, apapun yang perlu dilakukan terhadap BIN harusnya bisa dirahasiakan.

Bukan sekadar penambahan struktur, selama pandemik Covid-19 cukup sering logo BIN terpampang dalam gelaran rapid test massal.

"BIN bikin rapid test dengan logo BIN terpampang dan (presiden) umumkan perombakan struktur, melanggar protokol intelijen negara," pungkasnya.(rmol)


source https://www.demokrasi.co.id/2020/07/haris-rusli-moti-di-era-jokowi-tak-ada.html

Pengikut Habib Rizieq Shihab Akan Laporkan Budi Djarot Ke Polda Metro Jaya


DEMOKRASI.CO.ID - Salah satu pengikut Habib Rizieq Shihab (HRS) akan melaporkan seseorang yang diduga Budi Djarot atas tuduhan melakukan ujaran kebencian saat aksi pembakaran banner bergambar HRS ke Polda Metro Jaya.

Pengikut HRS yang akan melaporkan seseorang yang diduga Budi Djarot ialah bernama Teuku Syahrial yang akan didampingi oleh Bantuan Hukum Front DPD FPI DKI Jakarta (BHF FPI) ke Polda Metro Jaya pada Kamis siang (30/7).

Kuasa hukum Teuku Syahrial, Aziz Yanuar mengatakan, seorang yang diduga Budi Djarot telah mengeluarkan perkataan yang dianggap menghina ulama dan menyinggung umat Islam.

"Orasi yang diduga dilakukan oleh Budi Djarot yang ditujukan kepada Habib Rizieq Shihab yang notabene adalah seorang ulama sungguh sangat menyinggung klien kami dan Umat Islam secara umum," ujar Aziz Yanuar kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (29/7).

Karena kata Aziz, Indonesia merupakan negara yang menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia yang terkandung di dalam Pancasila.

Sehingga, perlindungan terhadap hak asasi setiap warga negara dijamin oleh konstitusi.

"Sehingga tidak ada satupun manusia yang boleh hidup di bumi pertiwi melakukan diskriminasi dan ujaran Kebencian terhadap Suku Agama Ras dan Antar golongan yang ada di Republik Indonesia," tegas Aziz.

Berikut perkataan yang diduga disampaikan oleh Budi Djarot saat aksi 27 Juli 2020 di depan Gedung DPR/MPR RI Jakarta yang membuat pengikut HRS melaporkan ke Polda Metro Jaya.

Manusia di foto ini adalah sampah. Dia tidak berguna lagi jadi tidak ada tuntutan bahwa kita mencemarkan nama baik. Karena dia sudah mengkhianati negeri ini. Dia tidak menerima kemenangan Pak Jokowi, dan bahkan dia tidak meminta bantuan kepada Pak Jokowi, jadi silahkan saja teman-teman, ini manusia sampah yang tidak boleh ada disini dan ketika nanti mau pulang kita tolak ramai-ramai".

Laporan nantinya sambung Aziz, seorang yang diduga Budi Djarot akan dijerat Pasal 160 Juncto Pasal 156 KUHP Juncto Pasal 16 UU 40/2008 Juncto Pasal 28 UU 19/2016. (Rmol)


source https://www.demokrasi.co.id/2020/07/pengikut-habib-rizieq-shihab-akan.html

Pemkot Jaksel Siapkan 24.000 Bongsang untuk Distribusi Daging Kurban

Penyediaan 24.000 bongsang untuk mendistribusikan daging kurban saat Hari Raya Idul Adha sebagai salah satu upaya mengurangi penggunaan kantong plastik.

source https://www.inews.id/news/megapolitan/pemkot-jaksel-siapkan-24000-bongsang-untuk-distribusi-daging-kurban

Jumlah Kasus Covid-19 di Filipina Lampaui China

Kasus Covid-19 di Filipina melampaui China pada 29 Juli, yakni tembus 85.000 orang. Kasus Covid-19 di Filipina merupakan yang terbanyak kedua di Asia Tenggara.

source https://www.inews.id/news/internasional/jumlah-kasus-covid-19-di-filipina-lampaui-china

Asap Tebal di Gedung Radiologi RS Polri Kramat Jati Diduga karena Korsleting Listrik

Kepala Dinas Damkar DKI Jakarta Satriadi Gunawan memastikan hingga Rabu (29/7/2020) malam tidak ada korban terkait korsleting listrik di RS Polri Kramat Jati.

source https://www.inews.id/news/megapolitan/asap-tebal-di-gedung-radiologi-rs-polri-kramat-jati-diduga-karena-korsleting-listrik

Pemkot Jaksel Siapkan 24.000 Bongsang untuk Distribusi Daging Kurban

Penyediaan 24.000 bongsang untuk mendistribusikan daging kurban saat Hari Raya Idul Adha sebagai salah satu upaya mengurangi penggunaan kantong plastik.

Sumber: IFTTT

Jumlah Kasus Covid-19 di Filipina Lampaui China

Kasus Covid-19 di Filipina melampaui China pada 29 Juli, yakni tembus 85.000 orang. Kasus Covid-19 di Filipina merupakan yang terbanyak kedua di Asia Tenggara.

Sumber: IFTTT

Asap Tebal di Gedung Radiologi RS Polri Kramat Jati Diduga karena Korsleting Listrik

Kepala Dinas Damkar DKI Jakarta Satriadi Gunawan memastikan hingga Rabu (29/7/2020) malam tidak ada korban terkait korsleting listrik di RS Polri Kramat Jati.

Sumber: IFTTT

AS Jatuhkan Sanksi terhadap Putra Presiden Suriah yang Masih Berusia 18 Tahun

AS menjatuhkan sanksi terhadap putra Presiden Suriah Bashar Al Assad berusia 18 tahun, Hafez Al Assad. Sebelumnya sanksi dijatuhkan kepada Assad dan istrinya.

Sumber: IFTTT

AS Jatuhkan Sanksi terhadap Putra Presiden Suriah yang Masih Berusia 18 Tahun

AS menjatuhkan sanksi terhadap putra Presiden Suriah Bashar Al Assad berusia 18 tahun, Hafez Al Assad. Sebelumnya sanksi dijatuhkan kepada Assad dan istrinya.

source https://www.inews.id/news/internasional/as-jatuhkan-sanksi-terhadap-putra-presiden-suriah-yang-masih-berusia-18-tahun

BMKG: Jabodetabek Kamis 30 Juli 2020 Cerah Berawan

Suhu rata-rata di Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur diperkirakan mencapai 24-33 derajat celsius.

source https://www.inews.id/news/megapolitan/bmkg-jabodetabek-kamis-30-juli-2020-cerah-berawan

Tarif Bus di Stasiun Bogor Diharapkan Tak Beda Jauh dengan KRL, Rp15.000-Rp20.000

Uji coba bus berbayar bantuan pemerintah di Stasiun Bogor dimulai Senin (3/8/2020). Bus tersebut akan menuju sejumlah stasiun di Jakarta.

source https://www.inews.id/news/nasional/tarif-bus-di-stasiun-bogor-diharapkan-tak-beda-jauh-dengan-krl-rp15000-rp20000

Kain Kiswah Kakbah Diganti di Bawah Guyuran Hujan

Kepresidenan Umum untuk Dua Masjid Suci mengganti kain kiswah Kakbah, Rabu malam. Menariknya, hujan turun saat penggantian kain hitam dengan kaligrafi emas itu.

source https://www.inews.id/news/internasional/kain-kiswah-kakbah-diganti-di-bawah-guyuran-hujan

BMKG: Jabodetabek Kamis 30 Juli 2020 Cerah Berawan

Suhu rata-rata di Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur diperkirakan mencapai 24-33 derajat celsius.

Sumber: IFTTT

Tarif Bus di Stasiun Bogor Diharapkan Tak Beda Jauh dengan KRL, Rp15.000-Rp20.000

Uji coba bus berbayar bantuan pemerintah di Stasiun Bogor dimulai Senin (3/8/2020). Bus tersebut akan menuju sejumlah stasiun di Jakarta.

Sumber: IFTTT

Kain Kiswah Kakbah Diganti di Bawah Guyuran Hujan

Kepresidenan Umum untuk Dua Masjid Suci mengganti kain kiswah Kakbah, Rabu malam. Menariknya, hujan turun saat penggantian kain hitam dengan kaligrafi emas itu.

Sumber: IFTTT

Uji Coba Bus Berbayar di Stasiun Bogor Diminta Ditunda Sepekan

Kepadatan penumpang kereta rel listrik (KRL) diperkirakan sangat tinggi dari Bogor dan sekitarnya menuju Jakarta, Senin (3/8/2020).Dia menilai, j

source https://www.inews.id/news/megapolitan/uji-coba-bus-berbayar-di-stasiun-bogor-diminta-ditunda-sepekan

Jemaah Haji Laksanakan Wukuf di Arafah Hari Ini, Petuga Medis Siaga

Otoritas Arab Saudi menyiagakan petugas medis, termasuk rumah sakit keliling di Arafah, terkait Wukuf. Selain Covid-19, petugas mengantisipasi cuaca panas.

source https://www.inews.id/news/internasional/jemaah-haji-laksanakan-wukuf-di-arafah-hari-ini-petuga-medis-siaga

Donald Trump Tepis Laporan Rusia Bayar Taliban untuk Membunuh Tentara AS

Donald Trump menepis laporan Rusia membayar Taliban untuk membunuh tentara AS yang bertugas di Afghanistan. Dia menganggap laporan tersebut tidak serius.

source https://www.inews.id/news/internasional/donald-trump-tepis-laporan-rusia-bayar-taliban-untuk-membunuh-tentara-as

Selasa, 28 Juli 2020

Fotonya Tak Mempan Dibakar, PA 212: Ini Menunjukkan Karomah IB HRS


DEMOKRASI.CO.ID - Massa yang berunjuk rasa di depan gedung DPR merusak bahkan mencoba untuk membakar poster imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab. FPI dkk mengecam tindakan tersebut.

"Bersyukur kepada Allah SWT dengan mengucapkan Alhamdulillah atas tidak terbakarnya poster dengan foto IB HRS saat berupaya dibakar oleh gerombolan Neo PKI pada saat Aksi, ini menunjukkan kebesaran Allah SWT dan Karomah IB HRS," demikian pernyataan tertulis bersama dari FPI, GNPF Ulama, dan PA 212 seperti dilihat, Selasa (28/7/2020). Pernyataan tertulis itu didapat dari Ketum PA 212 Slamet Maarif.

Video massa yang hendak membakar spanduk bergambar Habib Rizieq itu beredar luas di media sosial. Sejumlah orang tampak memegang spanduk tersebut dan salah seorang di antaranya menumpahkan bensin. Api kemudian muncul namun tak membakar seluruh bagian spanduk tersebut.

Akhirnya massa merusak dan merobek spanduk tersebut. Terdengar juga teriakan-teriakan massa yang kontra terhadap Habib Rizieq.

FPI dkk menyebut aksi tersebut sebagai tindakan tak bermoral. Mereka menyebut kelompok massa itu sebagai neo PKI.

Berikut ini pernyataan lengkap FPI dkk atas peristiwa tersebut:

PERNYATAAN SIKAP BERSAMA FPI, GNPF ULAMA DAN PA 212 ATAS PELECEHAN, PENGHINAAN DAN ANCAMAN PEMBUNUHAN TERHADAP IMAM BESAR HABIB RIZIEQ SHIHAB (IB HRS)

Sehubungan dengan kejadian yang sangat tidak bermoral pada Aksi 27 Juli 2020 di depan gedung DPR / MPR oleh kelompok Neo PKI yang menghinakan dan melecehkan Ulama sekaliber Habib Muhammad Rizeiq Shihab (HRS adalah cucu Rasulullah) dengan merusak dan menginjak-injak bahkan membakar poster Ulama Indonesia Imam Besar FPI Al Habib Muhammad Rizieq Shihab, maka kami dengan tegas menyatakan sikap sebagai berikut :

1. Bersyukur kepada Allah SWT dengan mengucapkan Alhamdulillah atas tidak terbakarnya poster dengan foto IB HRS saat berupaya dibakar oleh gerombolan Neo PKI pada saat Aksi, ini menunjukan kebesaran Allah SWT dan Karomah IB HRS.

2. Bahwa IB-HRS sebagai Warga Negara Indonesia yang merdeka memiliki hak dan kebebasan untuk pulang kembali ke Tanah Air Indonesia kapan saja tanpa tekanan atau ancaman mau pun intimidasi dari pihak mana pun.

3. Mengecam dan mengutuk keras pelaku penghinaan dan pelecehan terhadap IB HRS di depan gedung DPR / MPR RI.

4. FPI, GNPF Ulama dan PA 212 akan menempuh jalur Hukum dengan melaporkan peristiwa tersebut kepada kepolisian.

5. Mendesak penegak Hukum segera memproses pelaku penghinaan dan pelecahan terhadap IB HRS dalam waktu yang secepat - cepatnya.

6. Menghimbau umat Islam untuk mengedepankan proses upaya-upaya hukum baik hukum Negara, Agama ataupun Hukum Adat kepada pelaku-pelaku penghinaan dan pelecehan Ulama/Habaib terutama IB HRS.

7. Mengintruksikan kepada laskar FPI dan Mujahid 212 untuk bersiap siaga dalam menghadapi tantangan mereka Komunis penghianat bangsa serta menjaga para Ulama dan Tokoh masyarakat dari ancaman gerombolan Neo PKI.

8. Dikarenakan kebangkitan Neo PKI yang berteriak - teriak mendukung pancasila padahal merusak pancasila itu sendiri maka kami menuntut dengan tegas agar Inisiator RUU HIP dan Partai yang ingin merubah (MAKAR) terhadap Pancasila di proses Hukum dan jika terbukti secara Hukum maka wajib DIBUBARKAN.

9. Jika "MAKAR" ini tidak diproses secara Hukum maka Netralitas dan Nasionalis POLRI sebagai penegak Hukum dan TNI sebagai penjaga kedaulatan NKRI dan pancasila patut dipertanyakan.

Massa yang menggelar aksi pada 27 Juli di depan gedung DPR ini disebut berasal dari berbagai elemen. Mereka menamai aksi tersebut Konvoi Tuprok DPR RI dengan tajuk aksi '27 Juli 1996 tonggak perlawanan pada rezim otoriterian ORBA, 27 Juli 2020 tonggak perlawanan khilafah'. (*)


source https://www.demokrasi.co.id/2020/07/fotonya-tak-mempan-dibakar-pa-212-ini.html

Vaksin Corona Asal China Dikhawatirkan Tak Halal, Ini Kata LPPOM MUI


DEMOKRASI.CO.ID - Vaksin corona buatan Sinovac, perusahaan asal China, akan memasuki uji tahap klinis 3 di Bandung, Jawa Barat. Jika sukses, vaksin diproyeksikan  akan siap uji edar Januari 2021. 

Tentu ini menjadi kabar baik di tengah pandemi corona di Indonesia yang belum ada tanda-tanda akan berakhir. Dengan vaksin, diharapkan manusia bisa kebal dari SARS-Cov-2. 

Namun kabar baik ini juga diragukan sejumlah pihak. Ada juga yang khawatir soal kehalalan vaksin tersebut. 

Menjawab hal ini, LPPOM MUI siap jika diminta terlibat dalam pengembangan vaksin tersebut. Setelah uji klinis selesai, apabila Komite Pelaksana Uji Klinis mendaftarkan produk vaksin ini, LPPOM akan segera memprosesnya. 

"LPPOM MUI ini kan sifatnya teknis untuk audit halal, kalau ada yang mendaftar pasti akan dikerjakan," kata Wakil Direktur LPPOM MUI Osmena Gunawan saat dihubungi, Selasa (28/7). 

Kata Osmena, LPPOM MUI nanti akan mengecek kandungan vaksin di laboratorium. Prosesnya 3 sampai 6 bulan. 

"LPPOM MUI juga pernah uji vaksin buat haji, vaksin meningitis. Jadi dicek bahan-bahan yang digunakan, alur pekerjaannya seperti apa, berapa lama, kita lihat dulu," ujar dia. 

"Intinya kita siap, kita belum pernah tidak siap, apa pun produknya," sambungnya. (*)


source https://www.demokrasi.co.id/2020/07/vaksin-corona-asal-china-dikhawatirkan.html

Beras Bantuan Jokowi untuk Warga Gresik Terdampak Covid-19 Banyak Kutu


DEMOKRASI.CO.ID - Beras bantuan dari Presiden Joko Widodo disebut banyak kutunya. 
 
Akibatnya, penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Cerme, Gresik kembali menjadi sorotan.

Berkarung-karung beras yang dibagikan ke keluarga penerima manfaat (KPM) tidak layak dikonsumsi. Kualitas beras pecah-pecah dan banyak hewan kutu berkeliaran di dalam karung beras.

Seperti yang diterima JM misalnya. Perempuan 58 tahun itu mengeluh jika beras yang diterima memang tidak layak konsumsi.

Selain banyak kutunya, kualitas beras sangat buruk. Tapi ia tidak berani memprotes, karena takut tidak diberi lagi.

“Ya begini sudah dikasih ya alhamdulillah. Tidak protes khawatir tidak diberi,” kata JM, saat ditemui di kediamannya, Senin (27/7/2020).

JM merupakan KPM dari program BPNT. Program dari Kemensos RI ini sejak Covid-19 per KPM mendapatkan bantuan sebesar Rp 200 ribu.

Anggaran itu hanya bisa dirupakan dengan bahan makanan. 

Dalam pencarian ini, JM mendapatkan, beras 15 Kg merk Rojo Lele, telur 10 butir atau 1/2 kg, kentang 1/4 isi 6, sayur manusan 2 buah, jeruk 1 kg, dan kacang ijo 1/4 kg.

Dengan buruknya kualitas beras, JM menduga beras tersebut jika disamakan dengan harga toko kelontong harganya sangat rendah, sekitar Rp 8.500 per kilogram.

Kendati demikian ia tetap bersyukur bisa mendapatkan bantuan dari program sembakonya Jokowi. 

Buruknya sistem penyaluran ini juga sempat dirasakan oleh IA seorang warga di Kecamatan Cerme. Beberapa waktu lalu ia juga mendapatkan beras dari program BPNT.

Namun masalahnya isi beras tersebut tidak sesuai berat yang tertera dalam bungkusnya. 

Di bungkus dengan merek Raja Lele itu tertera berat 15 kilogram. Namun setelah ditimbang ternyata beratnya tidak sesuai bungkus.

Beras hanya 14 kilogram. Ada selisih sebanyak 1 kilogram.

Perlu diketahui sejak masa pandemi Covid-19, alokasi anggaran BNPT dinaikkan. Dari sebelumnya, hanya Rp 150 ribu per KPM atau per keluarga, ditambah menjadi Rp 200 ribu per KPM. Ada kenaikan sebesar Rp 50 ribu.

Adapun berdasarkan data dari Dinas Sosial (Dinsos), pada masa pandemi Covid-19 mulai Maret lalu, jumlah penerima BNPT sebanyak 92.529 KPM. 

Ada kenaikan tambahan penerima sebanyak 11.925 KPM. 

Source: ayosurabaya.com


source https://www.demokrasi.co.id/2020/07/beras-bantuan-jokowi-untuk-warga-gresik.html

FPI: Pembakar Gambar Habib R1zieq Antek Rezim Anti Islam


DEMOKRASI.CO.ID - Front Pembela Islam (FPI) mengaku mengetahui siapa yang menyuruh sekelompok orang yang melakukan aksi di depan Gedung DPR RI Senin kemarin yang melakukan pembakaran terhadap banner bergambar Habib Rizieq Syihab.

“Kami tahu siapa yang menyuruh mereka. Mereka jelas antek-antek rezim anti-Islam,” kata Sekretaris Umum FPI, Munarman, Selasa 28 Juli 2020.

Munarman mengimbau kepada seluruh umat Islam khususnya anggota FPI agar mewaspadai adanya gerakan-gerakan yang ingin memecah belah persatuan umat dan bangsa.

“Kami sudah antisipasi dari segala sudut. Umat Islam tetap siap siaga ganyang kaum komunis anti agama,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin mengutuk keras aksi massa yang membakar banner bergambar HRS itu.

“Saya sangat mengecam dan menantang mereka untuk perang, karena jelas menghina ulama dan menantang ulama. Ulama adalah garda terdepan yang mengawal Pancasila,” kata Novel, seperti dilansir Viva.co.id

Menurut dia, upaya massa yang mencoba membakar poster Imam Besar FPI Habib Rizieq ternyata gagal adalah bukti Allah SWT menunjukkan karomahnya. (*)


source https://www.demokrasi.co.id/2020/07/fpi-pembakar-gambar-habib-r1zieq-antek.html

Presiden Jokowi: Indonesia Terjebak Aturan Buatan Sendiri


DEMOKRASI.CO.ID - Presiden Joko Widodo menyebut Indonesia terjebak dalam aturan yang dibuatnya sendiri.

Menurut Presiden sense of crisis yang selalu digaungkan sebagai sikap baru dalam penanganan dampak pandemi Covid-19 adalah upaya untuk mendobrak sistem atau birokrasi yang berbelit-belit dalam mengambil sebuah keputusan.

"Kita ubah semuanya, peraturan yang membelenggu kita sendiri. Terlalu banyak tahapan-tahapan yang sebetulnya kita bisa langsung," ujar Presiden saat berbicara di depan Peserta Program Kegiatan Bersama Kejuangan (PKB Juang) Tahun Anggaran 2020, Selasa (28/7/2020).

Menurut Jokowi diperlukan cara-cara kerja dan budaya baru dalam bekerja yakni yang lebih cepat dan tepat sasaran, apalagi di tengah ketidakpastian perekonomian baik global dan nasional akibat pandemi Covid-19.

Prediksi pertumbuhan ekonomi baik global dan nasional oleh sejumlah lembaga keuangan internasional diketahui sangat dinamis.

Jokowi mengaku pada empat bulan lalu IMF menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi global akan minus 2,5 persen. Namun, sebulan setelahnya Bank Dunia malah menyampaikan bahwa pertumbuham ekonomi global akan minus 5 persen.

Terakhir, pada tiga minggu, OECD menyampaikan bahwa ekonomi global akan berkontraksi dan berada pada angka minus 6 persen sampai 7,6 persen pada tahun ini.

"Saya gak tau apa ini akan bergerak lebih buruk lagi karena situasi sangat dinamis sekali. Begitu juga dengan prediksi pettumbuhan ekonomi negara-negara juga berubah-ubah," ujarnya.

Walhasil, dia pun minta kepada para peserta PKB Juang untuk menyumbangkan pemikiran-pemikiran dan menemukan cara-cara baru yang lebih cepat. (*)


source https://www.demokrasi.co.id/2020/07/presiden-jokowi-indonesia-terjebak.html

Minta Maaf Ke PGRI-NU-Muhammadiyah, Nadiem Minta Sampoerna Dan Tanoto Foundation Tak Pakai Dana APBN


DEMOKRASI.CO.ID - Kontroversi penyelenggaraan Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) diurai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim.

Melalui keterangan persnya, Nadiem meminta maaf kepada Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) atas hasil seleksi POP.

Di mana, hasil seleksi POP yang menguji 324 proposal dari 260 Ormas pengaju menerima masing-masing dua proposal pihak swasta yang terafialisi dengan CSR perusahan besar seperti Sampoerna dan Tanoto Foundation.

"Dengan penuh rendah hati, saya memohon maaf atas segala ketidaknyamanan yang timbul dan berharap agar ketiga organisasi besar ini bersedia terus memberikan bimbingan dalam proses pelaksanaan program yang kami sadari betul masih jauh dari sempurna," demikian permintaan maaf Nadiem, Selasa (28/7).

Sebagai respons mundurnya tiga organisasi tersebut, Nadiem kemudian meminta kepada Sampoerna Foundation dan Tanoto Foundation tidak menggunakan sokongan dana dari APBN.

"Berdasarkan masukan berbagai pihak, kami menyarankan Putera Sampoerna Foundation juga dapat menggunakan pembiayaan mandiri tanpa dana APBN dalam Program Organisasi Penggerak, dan mereka menyambut baik saran tersebut," ucapnya.

Dengan demikian, Nadiem berharap sikapnya tersebut menjawab kecemasan masyarakat mengenai potensi konflik kepentingan, dan isu kelayakan hibah anggaran sejumlah Rp 567 miliar per tahun dalam pelatihan guru dan kepala sekolah.

Nadiem juga memastikan organisasi yang menanggung biaya pelaksanaan POP secara mandiri tidak wajib mematuhi persyaratan pelaporan keuangan yang sama, meski tetap diakui bagian dari partisan POP.

Namun, Kemendikbud tetap akan meminta laporan pengukuran keberhasilan program dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui indokator asesmen kompetensi minimum dan survei karakter untuk SD dan SMP, atau indikator capaian pertumbuhan dan perkembangan anak untuk PAUD.

“Sekali lagi, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian besar terhadap program ini. Kami yakin penguatan gotong-royong membangun pendidikan ini dapat mempercepat reformasi pendidikan nasional yang diharapkan kita semua," demikian Nadiem Makarim(rmol)


source https://www.demokrasi.co.id/2020/07/minta-maaf-ke-pgri-nu-muhammadiyah.html

BIN Tambah Struktur, Ada Deputi Intelejen Pengamanan Aparatur

Sebelumnya ada 19 struktur di BIN, kini menjadi 20 struktur. Satu struktur baru di BIN adalah Deputi Intelejen Pengamanan Aparatur.

source https://www.inews.id/news/nasional/bin-tambah-struktur-ada-deputi-intelejen-pengamanan-aparatur

Setiap 50 Jemaah Haji Dipantau 1 Petugas Medis Berkualifikasi

Arab Saudi menyiagakan satu praktisi kesehatan untuk memantau 50 jemaah haji. Kebijakan yang baru pertama kali ini diterapkan demi memastikan kesehatan jemaah.

source https://www.inews.id/news/internasional/setiap-50-jemaah-haji-dipantau-1-petugas-medis-berkualifikasi

Tembus 100.000, Pasien Positif Covid-19 Diprediksi Terus Naik

Angka pasien positif Covid-19 diperkirakan akan terus melonjak hingga vaksin ditemukan.

source https://www.inews.id/news/nasional/tembus-100000-pasien-positif-covid-19-diprediksi-terus-naik

Pertama Kali, 4 Bos Perusahaan Raksasa Teknologi Akan Bicara di Parlemen AS

Empat bos perusahaan raksasa teknologi yakni dari Facebook, Apple, Amazon, dan Google, akan mengikuti sidang dengar pendapat yang diadakan komisi hukum DPR AS.

source https://www.inews.id/news/internasional/pertama-kali-4-bos-perusahaan-raksasa-teknologi-akan-bicara-di-parlemen-as

Tembus 100.000, Pasien Positif Covid-19 Diprediksi Terus Naik

Angka pasien positif Covid-19 diperkirakan akan terus melonjak hingga vaksin ditemukan.

Sumber: IFTTT

Pertama Kali, 4 Bos Perusahaan Raksasa Teknologi Akan Bicara di Parlemen AS

Empat bos perusahaan raksasa teknologi yakni dari Facebook, Apple, Amazon, dan Google, akan mengikuti sidang dengar pendapat yang diadakan komisi hukum DPR AS.

Sumber: IFTTT

Anggota dan Staf Positif Covid-19, Gedung DPRD DKI Jakarta Ditutup 5 Hari

Seorang pada anggota dewan, staf Sekretariat DPRD dan Petugas Jasa Layanan Perorangan (PJLP) Sekretariat DPRD positif Covid-19.

Sumber: IFTTT

Anggota dan Staf Positif Covid-19, Gedung DPRD DKI Jakarta Ditutup 5 Hari

Seorang pada anggota dewan, staf Sekretariat DPRD dan Petugas Jasa Layanan Perorangan (PJLP) Sekretariat DPRD positif Covid-19.

source https://www.inews.id/news/megapolitan/anggota-dan-staf-positif-covid-19-gedung-dprd-dki-jakarta-ditutup-5-hari

Pasien Positif Covid-19 Terus Naik, DPRD DKI Jakarta Desak Perkantoran Disidak

Kantor dinilai sebagai tempat rawan penularan Covid-19. DPRD DKI Jakarta meminta pemerintah melakukan sidak.

source https://www.inews.id/news/megapolitan/pasien-positif-covid-19-terus-naik-dprd-dki-jakarta-desak-perkantoran-disidak

Iran Gelar Latihan Perang, Serang Kapal Induk Tiruan AS USS Nimitz Pakai Rudal

Pasukan Garda Revolusi Iran menggelar latihan perang di Selat Hormuz dengan menembaki kapal induk tiruan Amerika Serikat USS Nimitz menggunakan rudal.

source https://www.inews.id/news/internasional/iran-gelar-latihan-perang-serang-kapal-induk-tiruan-as-uss-nimitz-pakai-rudal

Polisi Ungkap Peredaran 200 Kg Sabu Jaringan Internasional

Pengungkapan narkoba ini akan dipimpin langsung oleh Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Babel, Irjen Anang Syarif Hidayat.

source https://www.inews.id/news/nasional/polisi-ungkap-peredaran-200-kg-sabu-jaringan-internasional

Pasien Positif Covid-19 Terus Naik, DPRD DKI Jakarta Desak Perkantoran Disidak

Kantor dinilai sebagai tempat rawan penularan Covid-19. DPRD DKI Jakarta meminta pemerintah melakukan sidak.

Sumber: IFTTT

Iran Gelar Latihan Perang, Serang Kapal Induk Tiruan AS USS Nimitz Pakai Rudal

Pasukan Garda Revolusi Iran menggelar latihan perang di Selat Hormuz dengan menembaki kapal induk tiruan Amerika Serikat USS Nimitz menggunakan rudal.

Sumber: IFTTT

Polisi Ungkap Peredaran 200 Kg Sabu Jaringan Internasional

Pengungkapan narkoba ini akan dipimpin langsung oleh Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Babel, Irjen Anang Syarif Hidayat.

Sumber: IFTTT

Beijing Laporkan 2 Kasus Covid-19, Salah Satunya Libatkan Pria Asal Indonesia

Otoritas Kota Beijing, China, melaporkan penambahan dua kasus Covid-19 pada Selasa, termasuk melibatkan pria asal Indonesia yang terbang dari Jakarta.

source https://www.inews.id/news/internasional/beijing-laporkan-2-kasus-covid-19-salah-satunya-libatkan-pria-asal-indonesia

Divonis 12 Tahun Penjara, Najib Razak Masih Bisa Bertugas sebagai Anggota Parlemen

Mantan PM Malaysia Najib Razak masin bisa bertugas sebagai anggota parlemen Dewan Rakyat meskipun sudah divonis 12 tahun penjara terkait korupsi dana 1MDB.

source https://www.inews.id/news/internasional/divonis-12-tahun-penjara-najib-razak-masih-bisa-bertugas-sebagai-anggota-parlemen

PNS yang Tak Mundur saat Maju Pilkada Akan Diberhentikan Tak Hormat

PNS wajib mundur jika mencalonkan diri dalam Pilkada. Jika tidak, maka akan diberhentikan secara tidak hormat.

source https://www.inews.id/news/nasional/pns-yang-tak-mundur-saat-maju-pilkada-akan-diberhentikan-tak-hormat

Senin, 27 Juli 2020

Said Didu: PLN Di Jurang Kebangkrutan Karena Ada Penugasan Pemerintah Tidak Layak


DEMOKRASI.CO.ID - Ada sejumlah penyebab yang membuat PT PLN (Persero) kini menghadapi kinerja keuangan yang berat dan berada di jurang kebangkrutan.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu menyebut ada setidaknya lima hal yang PLN berada di jurang kebangkrutan karena utang.

“Pertama penugasan pemerintah yang tidak layak,” terangnya dalam akun Twitter pribadi, Senin (27/7).

Penugasan ini diduga kuat berkaitan dengan proyek kelistrikan 35.000 MW yang merupakan proyek dari pemerintah sejak 2015.

Kedua adalah pemaksaan saham PLN ke pembangkit swasta. Kemudian adanya pelemahan nilai tukar rupiah.

Said Didu juga menilai adanya “tekanan" para tokoh yang jadi pemilik pembangkit ke PLN menjadi penyebab keempat perusahaan setrum itu bangkrut.

“Kelima, utang pemerintah ke PLN,” tegasnya.

Adapun utang pemerintah yang belum dibayar ke PLN adalah senilai Rp 45,42 triliun. Utang itu berasal dari kompensasi tarif selama 2 tahun karena kebijakan Presiden Jokowi tidak menaikkan tarif listrik.

Tak hanya utang pemerintah, PLN juga terancam kolaps karena terlilit utang hingga Rp 500 triliun, akibat kebiasaan perusahaan mencari pinjaman Rp 100 triliun setiap tahun selama lima tahun terakhir. (Rmol)


source https://www.demokrasi.co.id/2020/07/said-didu-pln-di-jurang-kebangkrutan.html